Beranda / Nasional Dan Internasional / Mengapa Trump Bingung Tangani Krisis Yaman?

Mengapa Trump Bingung Tangani Krisis Yaman?

Donald Trump mengalami kebingungan tangani krisis Yaman. Foto/X A A A

 

WASHINGTON,REDAKSI17.COM – Kenneth Katzman, seorang peneliti senior di Soufan Center, mengatakan bahwa AS sebenarnya bisa saja menghentikan pergerakan maju kelompok Houthi di Yaman jika Presiden AS Donald Trump menanggapi permintaan dukungan militer dari Arab Saudi.

“Mengingat presisi operasi Angkatan Udara AS—serta efektivitasnya—serangan udara AS sangat mungkin dapat menghentikan laju Houthi, dan kita tidak akan menghadapi krisis seperti saat ini,” ujar Katzman kepada Al Jazeera.

Ia mengatakan bahwa Trump tampak “bingung” mengenai cara menangani situasi di Yaman dan tidak bertindak sebagai “panglima tertinggi yang efektif”. “Selama beberapa dekade, AS menganggap kebebasan navigasi—khususnya arus pasokan energi melalui Timur Tengah—sebagai kepentingan vital AS, namun kini hal itu terancam oleh tekanan dari Iran dan kelompok Houthi di Yaman.

“Trump hanya duduk diam dan tidak banyak bertindak, sembari berharap masalah ini akan terselesaikan dengan sendirinya oleh Arab Saudi—sesuatu yang kecil kemungkinannya terjadi,” kata Katzman.

Sementara itu, Pemerintah Yaman tampaknya telah mengubah strategi dari upaya merebut kembali wilayah yang hilang menjadi upaya mempertahankan wilayah yang masih mereka kuasai, seiring terus berlanjutnya pergerakan maju Houthi di wilayah barat negara itu.

Pasukan pemerintah tidak lagi berfokus untuk merebut kembali al-Makha (Mocha) dan wilayah-wilayah yang hilang di sebelah barat Taiz—termasuk Bab al-Mandeb—melainkan berfokus mempertahankan basis pertahanan mereka yang tersisa, terutama provinsi strategis Marib. Marib merupakan pusat minyak dan gas negara tersebut serta salah satu sumber pendapatan utama pemerintah.

Selama bertahun-tahun, kelompok Houthi telah berupaya namun gagal untuk menancapkan pengaruh di provinsi yang dikuasai pemerintah ini. Kini terdapat laporan mengenai bentrokan sengit di pinggiran Marib, tempat kelompok Houthi dikabarkan sedang bergerak maju.

Kelompok tersebut juga melakukan tekanan di Taiz, di mana pasukan pemerintah berupaya melancarkan serangan balik untuk mencegah jatuhnya kota itu ke tangan musuh. Pemerintah sangat mengandalkan serangan udara Arab Saudi untuk mencegah kelompok tersebut menguasai lebih banyak wilayah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *