Beranda / Nasional Dan Internasional / Apakah Trump akan Menyerahkan Bab Al-Mandab kepada Houthi dan Tinggalkan Saudi?

Apakah Trump akan Menyerahkan Bab Al-Mandab kepada Houthi dan Tinggalkan Saudi?

Militan Houthi dalam sebuah kendaraan militer usai menguasai kota pelabuhan Mokha, Yaman. Foto dirilis ke media pada 13 September 2026.
Foto: EPA/Houthi Military Handout
Militan Houthi dalam sebuah kendaraan militer usai menguasai kota pelabuhan Mokha, Yaman. Foto dirilis ke media pada 13 September 2026.

RIYADH,REDAKSI17.COM— Sikap lunak Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap kelompok Houthi memunculkan pertanyaan tentang masa depan keamanan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Pada 12 September 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berdiri di samping Perdana Menteri Irlandia Michael Martin di Dublin.

Dengan nada dingin, Trump mengatakan bahwa kelompok Houthi telah menghubungi pemerintahannya dan tidak ingin berperang dengan Amerika Serikat.

“Mereka mengizinkan kapal-kapal melintas,” ujar Trump. Ia juga meyakini situasi di kawasan tersebut akan “berjalan baik dan luar biasa”.

Pernyataan itu disampaikan ketika pasukan Houthi baru saja menuntaskan penguasaan atas wilayah pesisir Dhu Bab dan Pulau Perim atau Mayyun.

Kedua wilayah tersebut berada di sekitar Selat Bab Al-Mandab, jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan membagi selat itu menjadi dua lintasan pelayaran.

Sebelumnya, Houthi juga telah menguasai Pelabuhan Mokha yang memiliki nilai strategis. Dengan demikian, kelompok tersebut kini memiliki kehadiran langsung di pintu masuk salah satu jalur perairan terpenting di dunia.

Situasi ini semakin serius setelah Houthi mengumumkan rencana mengepung pasokan minyak Arab Saudi menuju Asia serta kapal-kapal komersial Saudi.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa formula lama keamanan sebagai imbalan atas minyak mulai kehilangan relevansinya.

Analis dan penulis politik Arab Saudi, Sulaiman Al-Oqali, menilai perkembangan di Bab Al-Mandab bukan sekadar peristiwa militer atau politik biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *