Persija Jakarta terpaksa memindahkan laga kandang ke Bali. (Foto: Gilang Faturahman/detikfoto)
Jakarta,REDAKSI17.COM – terusir dari ibu kota saat menjamu . Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi lokasi alternatif, dengan ketentuan laga tanpa penonton.
Persija dijadwalkan menjamu Java United pada pekan ke-3 , Sabtu (19/9/2026). Bersamaan dengan jadwal ini, dua stadion di Jakarta akan digunakan untuk kepentingan lain.
Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ditutup buat persiapan FIFA ASEAN Cup 2026, sementara Jakarta International Stadium (JIS) di-booking untuk keperluan konser. Panitia Pelaksana (Panpel) Persija akhirnya terpaksa memilih Bali untuk memainkan laga kandang kontra Java.
“Sebenarnya Panpel sudah berupaya menggelar laga ini di Jabodetabek. Stadion Patriot dipastikan tidak bisa karena ada pertandingan Liga 2. Lalu ada opsi kita pindahkan ke Pakansari,” kata Ketua Panpel Persija Albint Laurent kepada wartawan, Selasa (15/9).
“Teman-teman di Pakansari sebenarnya sudah terbuka untuk Persija bermain di sana. Namun, di Pakansari ada kegiatan lari dan HUT PMI Kabupaten Bogor. Sempat ada opsi bermain di Stadion Sultan Agung. Namun, lampu penerangannya kurang memadai. Akhirnya kami putuskan bermain di Bali. Sempat ada opsi juga di Maguwoharjo tapi cancel karena ada event motor,” ujarnya menambahkan.
Sudah terusir jauh dari Jakarta, laga di Bali tidak bisa digelar dengan penonton pula. harus rela memainkan partai kandang rasa tandang, juga tanpa dukungan dari The Jakmania.
Dijelaskan Laurent, situasi di Bali sedang tidak memungkinkan untuk menggelar laga dengan penonton. Macan Kemayoran terpaksa bermain dalam kesunyian.
“Untuk laga besok disayangkan tidak boleh ada penonton. Bahkan, undangan tamu compliment juga tiak boleh. Dikarenakan ada Pilkades serentak di Gianyar. Yang boleh hadir di stadion sesuai di regulasi. Pertandingan tetap digelar sesuai jadwal,” ucap Laurent.





