Jetis,REDAKSI17.COM-Pemerintah Kota Yogyakarta kembali melaksanakan program bedah rumah sebagai upaya membantu masyarakat memiliki hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman. Kali ini, program tersebut menyasar dua rumah warga di Kampung Badran, Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis.
Dua rumah yang mendapatkan bantuan masing-masing merupakan milik Tukijo dan E.S. Retno Tyastuti. Keduanya merupakan warga Kampung Badran, Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta.
Dalam pelaksanaannya, bedah rumah kali ini mendapatkan dukungan dari Bank BPD DIY yang memberikan bantuan biaya renovasi sebesar Rp20 juta untuk masing-masing rumah penerima manfaat.
Dengan demikian, total dukungan yang diberikan Bank BPD DIY untuk renovasi dua rumah warga di Kampung Badran mencapai Rp40 juta.
Kegiatan bedah rumah tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan. Wawan mengatakan, program bedah rumah merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang layak.
“Rumah tidak hanya menjadi tempat untuk berlindung, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan, keamanan, kenyamanan, dan kualitas kehidupan keluarga,” jelasnya.
Wawan juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam penanganan rumah tidak layak huni. “Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan lembaga perbankan, menjadi bagian penting untuk memperluas manfaat program tersebut,” imbuhnya.
Wawan mengungkapkan dukungan Bank BPD DIY melalui bantuan renovasi masing-masing Rp20 juta menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan.
“Dukungan ini sangat berarti karena dapat membantu meringankan beban biaya renovasi rumah,” katanya.
Salah satu penerima manfaat mengaku bersyukur mendapatkan bantuan renovasi dari program bedah rumah tersebut.
Menurutny, bantuan yang diberikan menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti bagi keluarganya. Dengan adanya dukungan tersebut, perbaikan rumah yang sebelumnya sulit dilakukan secara mandiri kini dapat direalisasikan.
Ia berharap proses renovasi dapat membuat kondisi rumah menjadi lebih baik dan aman untuk ditempati.
Hal senada disampaikan E.S. Retno Tyastuti. Ia mengungkapkan rasa syukurnya.
“Dengan adanya program ini, perbaikan rumah yang sebelumnya sulit bagi kami dapat direalisasikan. Alhamduliilah,” jelasnya.
Ia berharap rumahnya setelah direnovasi nantinya dapat menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman bagi keluarga sekaligus memberikan rasa aman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.


