Yogyakarta ,REDAKSI17.COM – Pemerintah Spanyol melalui Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Bernardo de Sicart Escoda menjajaki peluang kerjasama dengan Pemda DIY. Ditemui oleh Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Ni Made Dwipanti Indrayanti, Pemda DIY menawarkan bidang ekonomi kreatif dan pariwisata yang sangat potensial untuk dikerjasamakan dengan Spanyol.
Pertemuan hangat keduanya berlangsung di Wiyatapraja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Awalnya, pertemuan ini menyoroti kerjasama yang telah terjalin antara Kedutaan Besar Spanyol dan UGM dalam pengajaran bahasa Spanyol. Kerjasama tersebut kini bahkan telah berkembang menjadi Program Studi tersendiri di UGM dan menjadi sebuah kerjasama yang disambut positif oleh Ni Made.
Setelahnya, Ni Made menawarkan potensi-potensi lain yang dimiliki Yogyakarta untuk dikolaborasikan bersama Pemerintah Spanyol. Salah satunya adalah industri kerajinan bambu dan perhiasan khas Yogyakarta, yang produknya telah lama menembus pasar Spanyol melalui jalur ekspor.
Tak hanya soal ekonomi kreatif, pesona wisata Yogyakarta pun turut ditawarkan sebagai peluang kerjasama. Peluang ini dibidik untuk menarik perhatian wisatawan dan investor dari Spanyol.
“Indonesia memiliki kekayaan budaya yang tidak dimiliki negara lain di Asia. Kami juga mempunyai museum, candi, hingga tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi wisatawan,” ujar Ni Made.
Ni Made pun menyatakan, DIY menjadi daerah yang memiliki museum terbanyak di Indonesia dan kekayaan alam yang yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia. Keduanya dinilai memiliki nilai tinggi untuk dijadikan sebagai bagian dari kerjasama lanjutan Spanyol dan DIY.
Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Bernardo de Sicart Escoda mengapresiasi potensi dan keragaman budaya yang ada di Indonesia. Ia mengaku sangat tertarik untuk mempromosikan dan mendorong lebih banyak wisatawan Spanyol untuk datang ke Yogyakarta.
Dalam kesempatan yang sama, Bernardo juga menilai bahwa warisan budaya Indonesia, termasuk DIY sangat menarik untuk kunjungi. Ia menekankan pentingnya kerjasama antar kedua belah pihak dalam hal promosi dan juga peningkatan potensi yang ada.
Dikatakannya, Spanyol memiliki arkeolog yang bisa bekerja sama untuk melakukan study tour di museum ataupun tempat yang memiliki nilai sejarah yang kuat di DIY. Selama ini pun Spanyol juga kerap mengirimkan filmnya ke festival film di Jakarta dan mempertimbangkan akan menggelar festival film Spanyol di Yogyakarta ke depannya.
“Ya semacam cinepolis atau bioskop. Kita butuh bioskop, itulah yang saya sampaikan kepada penasihat budaya untuk merealisasikannya,” terangnya.
Yang tidak kalah penting dari semua itu, bidang olahraga juga turut dipertimbangkan untuk menjadi potensi kerjasama oleh Spanyol. Bernardo menilai olahraga di Indonesia khususnya sepak bola, telah berkembang belakangan ini. Di saat yang sama Spanyol juga memiliki sekolah pelatih sepak bola terbaik di dunia.
Selain itu, Bernardo turut mendukung Pemda DIY untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam bidang olahraga, khususnya di sekolah. Ia menilai sekolah memiliki peran lebih penting untuk mempromosikan olahraga, bukan klub yang masuk dalam sektor swasta.
HUMAS DIY





