Pemkot Harap Ormas Bantu Selesaikan Persoalan Warga

MANTRIJERON,REDAKSI17.COM — Pemerintah Kota Yogyakarta terus mendorong kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dalam membangun generasi bangsa yang religius, toleran, peduli terhadap sesama, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori, saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) VIII LDII Kota Yogyakarta dengan tema “Memperkuat Peran dan Kontribusi LDII Kota Yogyakarta dalam Mewujudkan Harmoni Lingkungan Berkelanjutan, Pelestarian Budaya Luhur dan Penguatan Toleransi Beragama” di Gedung Serbaguna Mantrijeron, Yogyakarta, Minggu (20/9).
Pihaknya mengatakan, keberadaan organisasi kemasyarakatan sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.

Sekda Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori saat memberikan sambutan.

“Saya berharap LDII terus hadir sampai di lingkungan warga. Terlebih dalam persoalan sampah, budaya, kerukunan, pendidikan maupun pembinaan generasi muda membutuhkan peran organisasi masyarakat yang nyata,” jelas Budi.
Menurutnya, pembangunan Kota Yogyakarta tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut penting agar berbagai program yang dirancang dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
Budi Santoso juga menekankan pentingnya menjaga budaya luhur Kota Yogyakarta. Menurutnya, budaya Yogyakarta tidak semata-mata berkaitan dengan kesenian, tetapi juga mencakup nilai-nilai kehidupan seperti unggah-ungguh, tepa selira, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. “Nilai-nilai ini perlu terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Selain budaya, toleransi menjadi salah satu hal penting yang perlu terus diperkuat. Ia menyebut, Kota Yogyakarta tumbuh dalam keberagaman sehingga kehidupan beragama harus mampu menghadirkan kesejukan sekaligus memperkuat persaudaraan.
“Musda VIII LDII Kota Yogyakarta tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga menghasilkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap, Musda ini menghasilkan program yang unggul dan bisa diimplementasikan. Tidak perlu banyak-banyak, yang penting jelas, bisa dikerjakan dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Budi juga berharap kepengurusan LDII Kota Yogyakarta periode mendatang dapat merangkul seluruh unsur masyarakat dan memperkuat komunikasi serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

Kegiatan ini diikuti setidaknya 120 anggota LDII Kota Yogyakarta.

“Siapa pun yang nanti diberikan amanah untuk memimpin DPD LDII Kota Yogyakarta, saya berharap dapat merangkul semua unsur dan berkolaborasi dengan partisipatif masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin menyampaikan bahwa, LDII terus mengembangkan program pengabdian masyarakat melalui delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa.
Program tersebut diarahkan agar tidak hanya memberikan manfaat di tingkat lokal, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Pihaknya menjelaskan, delapan bidang tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari sumber daya manusia, kemakmuran, lingkungan atau planet, keadilan hingga kepedulian dan kemitraan.
Dalam bidang lingkungan, LDII DIY antara lain mendorong program yang berkaitan dengan ketahanan air, pengelolaan sampah, serta pengembangan program Kampung Iklim.
“Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemanfaatan fasilitas penampungan air hujan untuk mendukung kebutuhan air di lingkungan masjid,” ungkapnya.
Ia berharap kepengurusan LDII yang baru nantinya dapat memastikan program kerja organisasi semakin terarah pada prinsip keberlanjutan.
“Program kerja itu sudah harus SDGs, sudah harus berkelanjutan, bukan lagi hanya untuk hari ini atau sampai besok, tetapi berkelanjutan untuk anak cucu kita,” katanya.
Selanjutnya, Ketua DPD LDII Kota Yogyakarta, Herman Suherman mengatakan, Musda VIII menjadi momentum evaluasi, konsolidasi sekaligus menyusun proyeksi organisasi untuk lima tahun ke depan.
Menurutnya, LDII Kota Yogyakarta berkomitmen membangun sumber daya manusia yang profesional dan religius guna mendukung terwujudnya Kota Yogyakarta yang aman, harmonis dan berkelanjutan.
Selama masa bakti sebelumnya, LDII Kota Yogyakarta telah menjalankan berbagai program melalui delapan bidang pengabdian, antara lain kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan, ekonomi syariah, ekonomi digital, serta energi baru terbarukan.
“Berbagai program telah dilaksanakan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan dan berbagai elemen masyarakat,” kata Herman.
Ia berharap Musda VIII dapat menghasilkan program yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Musda VIII LDII Kota Yogyakarta juga menjadi agenda pemilihan Ketua DPD LDII Kota Yogyakarta masa bakti 2026-2031. Herman berharap proses musyawarah berlangsung dengan mengedepankan kebersamaan, keterbukaan dan kematangan dalam berdemokrasi organisasi.
“Semoga Musyawarah Daerah VIII DPD LDII Kota Yogyakarta tahun 2026 dapat berjalan lancar, menghasilkan keputusan-keputusan yang bijaksana, melahirkan kepemimpinan yang amanah, serta membawa kemajuan bagi organisasi dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Yogyakarta,” imbuhnya.