
UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta mewaspadai penyakit influenza tipe A, meskipun belum ada laporan kasus penyakit itu di wilayah Kota Yogyakarta. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan puskesmas diminta untuk mewaspadai influenza tipe A dengan menguatkan pemeriksaan atau skrining deteksi dini dan sistem rujukan. Langkah antisipatif ini diambil menyusul adanya peningkatan kasus influenza di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian masyarakat tidak perlu panik, namun diimbau segera memeriksakan diri jika mengalami gejala-gejala influenza tipe A.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meminta Dinas Kesehatan dan puskesmas-puskesmas mewaspadai penyakit influenza yang dialami pasien dalam waktu agak lama. Menurutnya strain-strain virus atau varian virus influenza bisa berubah setiap saat. Seharusnya strain yang biasa, spontan sembuh itu biasanya tidak sampai dua minggu. Hasto menyebut dari hasil diskusi dengan Dinas Kesehatan, belum ada laporan kasus influenza tipe A di Kota Yogyakarta.
“Saya sudah sampaikan ke Dinas Kesehatan supaya kita waspada di puskesmas-puskesmas ketika ada yang batuk pilek agak lama, demam tinggi terus lebih dari dua minggu,” kata Hasto ditemui usai sosialisasi JPD di Balai Kota Yogyakarta, kemarin.
Hasto mengatakan kalau seandainya ada influenza yang gejalanya agak kronis, diminta diwaspadai, sehingga tidak hanya diperiksa seperti biasa. Tetapi harus ditindaklanjuti, paling tidak diswab kemudian diuji laboratorium. Hal itu dilakukan untuk mencegah supaya tidak kebobolan strain baru yang bukan influenza biasa, masuk. Hasto yang juga berprofesi sebagai dokter itu menyatakan, influenza biasa hanya menyerang bagian atas yakni Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Sedangkan kalau yang lain itu bisa sampai infeksi saluran pernapasan bawah seperti Covid-19.

“Kita kuatkan di puskesmas pelayanan dasarnya, yaitu sistem skrining awal kemudian sistem rujukan. Artinya deteksi dini, ketika ada gejala seperti itu segera dirujuk. Skrining berdasarkan kronis atau akut. Jadi kalau kronis itu agak lama, tidak sembuh-sembuh, itu menjadi salah satu skrining,” paparnya.
Pihaknya menegaskan terkait kesiapan pemeriksaan seperti dulu saat Covid-19. Terutama untuk merujuk spesimen atau sampel medis untuk pemeriksaan PCR. Tidak masalah terkait hal tersebut karena pemeriksaan PCR di rumah sakit besar di Kota Yogyakarta tersedia. Termasuk sarana alat-alat untuk transportasi sampel PCR.
Sementara itu Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu menjelaskan sampai kini belum ada kasus influenza tipe A di Kota Yogyakarta karena belum dipastikan atau masih dugaan. Saat ini ada sekitar 8 sampel yang diduga influenza tipe A. Dia menyebut kasus influenza tipe A pernah ada di Kota Yogyakarta pada tahun-tahun sebelumnya, tapi tidak banyak. Kasus influenza A itu dialami anak-anak maupun orang dewasa dan kondisinya semua bisa sembuh.
“Gejala influenza tipe A ini berupa demam tinggi mendadak, disertai menggigil, nyeri otot, sendi dan seluruh tubuh, sakit tenggorokan, sakit kepala, kelelahan, pilek dan hidung tersumbat. Yang membedakan dengan flu biasa, gejala influenza A lebih lama, tiga sampai empat hari. Apabila mengalami gejala-gejala ini segera ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas,” terang Endang saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).
Dia menyampaikan influenza A di Indonesia saat ini diduga tipe H1N1. Virus influenza dapat ditularkan dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi melalui droplet ketika mereka berbicara, batuk, dan bersin. Virus juga dapat menular ketika seseorang menyentuh benda yang terkontaminasi virus flu kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata. Endang menegaskan obat-obatan simptomatis untuk influenza itu tersedia cukup. Penyakit itu dapat dicegah dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Kami edukasi ke masyarakat agar kembali ke PHBS. Paling penting cuci tangan pakai sabun, memakai masker, makan makanan yang bergizi, olah raga dan jika mengalami gejala segera memeriksakan diri ke faskes,” pungkasnya.


