
Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak dan nyaman. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Kulon Progo, Kamis (24/9/2026).
Penyerahan bantuan dilaksanakan di rumah Joko, warga Depok, Sukoreno, Sentolo, yang menjadi salah satu penerima bantuan RTLH. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah oleh Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., bersama Direktur Utama Bank BPD DIY Drs. Santoso Rohmad, M.M.

Bagi Joko, bantuan tersebut bukan sekadar material untuk memperbaiki rumah, tetapi juga menjadi harapan bagi keluarganya untuk memiliki tempat tinggal yang lebih nyaman dan tenteram.
“Semoga bisa dihuni dengan nyaman, sehingga keluarga lebih tenteram,” ungkapnya.
Joko berharap kepedulian melalui program tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya. Ia juga mengaku senang dan bersyukur mendapatkan bantuan untuk memperbaiki kondisi rumahnya.
“Semoga programnya tetap berjalan dan tidak putus di tengah jalan. Saya senang mendapat bantuan ini,” tuturnya.
Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah, Ir. Aspiyah, M.Si., menyampaikan bahwa bantuan tersebut menjadi wujud kebersamaan berbagai pihak dalam membantu masyarakat.
“Bank BPD DIY membantu 15 unit rumah tidak layak huni, kemudian Baznas 81 unit, dan dari persembahan teman-teman yang beragama Nasrani juga memberikan bantuan tiga unit,” jelasnya.
Menurut Aspiyah, penyaluran bantuan dilakukan melalui proses verifikasi dan validasi mulai dari tingkat kalurahan, kapanewon, hingga kabupaten untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang tepat.
Selain pembangunan RTLH, dukungan CSR Bank BPD DIY juga disalurkan dalam berbagai bentuk untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan pelayanan publik. Bantuan tersebut antara lain beasiswa pendidikan kepada Dinas Pendidikan Pemudan dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, alat peraga transportasi dan _branding_ bus Transigrak kepada Dinas Perhubungan, serta pembangunan gapura kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kulon Progo.
Dukungan lainnya berupa pembangunan sarana dan prasarana pendukung Lapangan Kalurahan Palihan, pengecoran lantai Gedung Serbaguna Kalurahan Pagerharjo, rehabilitasi kendaraan _Rescue Tactical Unit_ (RTU) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kulon Progo, serta dua unit motor sampah untuk Lumbung Mataraman Giripeni.
Direktur Utama Bank BPD DIY Drs. Santoso Rohmad, M.M., mengatakan penyaluran CSR merupakan bentuk tanggung jawab sosial Bank BPD DIY sebagai bank milik pemerintah daerah untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui pemberdayaan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan sosial.
“Dengan kebersamaan inilah kita bisa mengatasi masalah. Mudah-mudahan kegiatan ekonomi Bapak-Ibu bisa meningkat, bisa berdaya untuk menghidupi keluarga, dan memiliki tempat yang aman untuk berteduh,” ujarnya.
Santoso mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, pemerintah kalurahan, Baznas, serta masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan. Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat untuk menangani berbagai persoalan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita akan kawal untuk membantu Kulon Progo supaya pada ulang tahun berikutnya masyarakatnya lebih sejahtera,” katanya.
Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan menyampaikan apresiasi kepada Bank BPD DIY, Baznas Kabupaten Kulon Progo, Perkumpulan Pegawai Kristiani Kulon Progo (PPK-KP), serta masyarakat yang turut memberikan dukungan melalui dana persembahan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pangan dan papan, sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang secara ekonomi.

“Di sinilah kita hadir, pemerintah hadir, BPD DIY hadir, Baznas hadir, PPK-KP hadir untuk membersamai saudara-saudara kita agar dapat merasakan dan memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya,” tutur Bupati.
Bupati berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi penerima sekaligus memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat.
“Tentunya masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan dan perlu kita bantu, kita dukung,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah Joko oleh Bupati Kulon Progo bersama Direktur Utama Bank BPD DIY. Pembangunan tersebut diharapkan menjadi awal hadirnya hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat.
Source: media center



