Beranda / Daerah / “Ubah Lelah Menjadi Lillah”: Ribuan Guru PAUD Kulon Progo Suarakan Asa Kesetaraan di HUT ke-21 HIMPAUDI

“Ubah Lelah Menjadi Lillah”: Ribuan Guru PAUD Kulon Progo Suarakan Asa Kesetaraan di HUT ke-21 HIMPAUDI

Image Berita

Kulon Progo,REDAKSI17.COM — Suasana haru dan Semangat pantang menyerah mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Kulon Progo di Taman Budaya Kulon Progo pada Kamis (24/09/2026). Lebih dari 1.000 pendidik PAUD non-formal berkumpul menyatukan asa di tengah berbagai keterbatasan demi memperjuangkan pengakuan dan kesetaraan hak sebagai garda terdepan pencetak generasi bangsa.

Ketua Pengurus Daerah HIMPAUDI Kulon Progo, Irnawati, S.Pd.AUD., menegaskan bahwa tema “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD” yang diusung tahun ini merupakan jeritan suara hati para pendidik di lapangan. Meski kondisi kesejahteraan guru non-formal saat ini masih memprihatinkan, kebersamaan ribuan pendidik yang hadir menjadi bukti nyata matangnya dedikasi mereka bagi Bumi Binangun.

“Ini tidak hanya tertulis di banner, Bapak dan Ibu. Perlu kita ketahui, ini adalah jeritan suara hati teman-teman semuanya, pejuang PAUD di Kabupaten Kulon Progo,” ungkap Irnawati di hadapan para hadirin.

Sisi humanis acara ini turut terlihat dari kuatnya kepedulian masyarakat, di mana hampir 98 persen dana penyelenggaraan kegiatan murni berasal dari uluran tangan para donatur. Modal awal yang hanya berlandaskan niat baik tersebut berbuah manis dengan mengalirnya dukungan dari berbagai pihak lokal, termasuk bantuan penuh dari BAZNAS Kabupaten Kulon Progo untuk program ‘HIMPAUDI Berbagi’.

“Awalnya kami hanya bermodalkan niat. Insyaallah nanti ada hati yang tergerak, dan luar biasa di Kabupaten Kulon Progo ini ternyata banyak yang peduli dengan pendidikan anak usia dini,” kata Irnawati.

Perjuangan menuntut hak dan pengakuan status dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional terus dilakukan secara diplomatis. Tokoh HIMPAUDI, Zamzami Ulwiyati Darijad, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa koordinasi tingkat tinggi ke kementerian terus digencarkan agar para guru PAUD non-formal terakomodasi dalam sistem krusial seperti Dapodik dan SIMPKB.

“Perjuangan kami sampai saat ini, sampai kemarin malam, kami masih terus berkoordinasi dalam memperjuangkan kesetaraan bagi seluruh anggota HIMPAUDI,” tegas Zamzami saat memaparkan proses advokasi yang telah membuahkan beasiswa SIKAL bagi 164 guru PAUD di Kulon Progo.

Di sisi lain, Zamzami secara terbuka menitipkan nasib dan kesejahteraan para pendidik kepada jajaran DPRD serta Pemerintah Kabupaten Kulon Progo agar alokasi insentif daerah dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.

“Tanpa Bapak/Ibu yang menjadi garda depan di kelas, perjuangan kami itu hanya omong-omong saja. Kami titip nasib teman-teman kami. Pokoknya kami titip, Pak,” ungkap Zamzami.

Menanggapi hal tersebut, Bunda PAUD Kulon Progo, Nuraini Mufida,S.E. memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi tanpa henti para guru yang menanamkan fondasi karakter anak sejak dini. Ia berkomitmen penuh untuk menjadi jembatan aspirasi antara para pendidik dengan pemerintah daerah hingga pusat demi mengawal kualifikasi serta kesejahteraan profesi guru PAUD.

“Panjenengan tetap datang paling pagi, pulang paling siang, dengan senyum yang tidak pernah putus. Jangan pernah merasa kecil, tidak ada pemimpin hebat tanpa melewati tangan dingin seorang guru PAUD. Mari kita merawat anak-anak dengan cinta dan merawat organisasi ini dengan kekeluargaan,” ujar Nuraini.

Dukungan senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kulon Progo, Drs. Nur Wahyudi, M.M, yang mengajak seluruh pendidik menjadikan momentum keterbatasan anggaran sebagai uji resiliensi untuk terus melahirkan inovasi pembelajaran bermakna berbasis kearifan lokal.

“Efisiensi bukan berarti berhenti berinovasi. Pembelajaran yang bermakna tidak selalu lahir dari fasilitas mewah, melainkan dari sentuhan emosional, keikhlasan, dan kreativitas guru. Mari jadikan HUT ke-21 HIMPAUDI ini titik tolak kebangkitan bersama menuju Indonesia Emas 2045,” tutur Nur Wahyudi.

Rangkaian peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI Kulon Progo ini diisi secara produktif melalui senam kreasi bernuansa Tari Angguk, aksi penanaman pohon untuk kelestarian lingkungan, serta panggung pementasan kreativitas pendidik. Acara resmi ditutup dengan ajakan moral bagi seluruh elemen guru untuk senantiasa merawat keikhlasan dan menginternalisasi nilai “Ubah Lelah Menjadi Lillah” dalam setiap pengabdian.

Source: media center

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *