“Luky musuh Purbaya dilantik wamenkeu, disebut-sebut pernah loloskan anggaran motor listrik BGN,” kata Guntur Romli, Jumat (2/10/2026).
Menurut Guntur, pencopotan Luky kala itu tidak pernah dijelaskan secara terbuka dan tuntas. Ia mengaitkannya dengan polemik lolosnya anggaran pengadaan motor listrik untuk Badan Gizi Nasional (BGN), meski disebut telah mendapat penolakan dari Purbaya.
“Kenapa dicopot? Purbaya tidak menjawab lugas. Ia hanya melempar kalimat yang kini terdengar masih menggantung. Motor MBG mungkin Anda tebak saja sendiri, katanya waktu itu,” katanya.
Guntur kemudian mempertanyakan bagaimana anggaran tersebut bisa lolos dan siapa yang bertanggung jawab. Ia menilai persoalan tersebut berkaitan dengan adanya celah dalam sistem Direktorat Jenderal Anggaran yang hingga kini, menurutnya, belum dijelaskan secara terbuka.
“Sistemnya yang bocor, atau ada yang sengaja membiarkan pintu terbuka? Pertanyaan itu belum pernah dijawab tuntas, tidak ada penjelasan resmi dan terbuka soal siapa yang bertanggung jawab atas lolosnya anggaran motor listrik BGN tersebut,” jelas Guntur.
Karena itu, Guntur mempertanyakan alasan Luky kini justru mendapat posisi lebih tinggi setelah sebelumnya dicopot dari jabatan strategis. Ia meminta pemerintah memberikan penjelasan apabila tidak ada persoalan yang membayangi rekam jejak Luky.
“Jika tidak, mengapa diberi kursi yang lebih tinggi? Jangan sampai rakyat menyimpulkan sendiri bahwa di republik ini dicopot bukan akhir karier, melainkan jeda sebelum promosi,” sebutnya.
Luky sendiri kini menjadi salah satu dari tiga Wakil Menteri Keuangan yang mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Pelantikannya berlangsung bersamaan dengan sejumlah pejabat lain dalam reshuffle kabinet yang dilakukan Prabowo pada 1 Oktober 2026.
Guntur menilai rangkaian peristiwa tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai alasan di balik kembalinya Luky ke jajaran pimpinan Kementerian Keuangan. “Politik kita memang penuh kejutan, atau lebih tepatnya penuh ironi,” katanya.





