Redaksi17

Yogya Tuan Rumah Kolaborasi Lintas Budaya, Diikuti Seniman Nasional dan Mancanegara

Yogya Tuan Rumah Kolaborasi Lintas Budaya, Diikuti Seniman Nasional dan Mancanegara

Gondomanan,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi kolaborasi seniman Indonesia dan negara-negara Pasifik dalam Indonesia–Pacific Cultural Connect 2026 yang ditutup di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Rabu (14/10/2026)..

Kegiatan yang telah berlansung selama 10 hari tersebut mempertemukan seniman, budayawan, dan kurator untuk mengeksplorasi keberagaman tradisi melalui karya seni bersama.

Hasto mengatakan, Kota Yogyakarta bangga menjadi tuan rumah kegiatan yang menghadirkan kolaborasi budaya lintas negara. Menurutnya, para seniman mampu memadukan beragam tradisi menjadi pertunjukan yang menarik dalam waktu relatif singkat.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo foto bersama peserta Indonesia–Pacific Cultural Connect 2026.

“Cuma 10 hari bisa menunjukkan atraksi seperti ini. Menurut saya keren dan itu menunjukkan bahwa kemampuan seni, budaya, kreasi Kota Yogyakarta, seniman-senimannya, kuratornya sangat mumpuni,” ujar Hasto.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, khususnya Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang telah menghadirkan ruang kolaborasi tersebut di Kota Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo hadir dalam penutupan Indonesia–Pacific Cultural Connect 2026.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menyampaikan, Indonesia–Pacific Cultural Connect merupakan upaya memperkuat hubungan budaya Indonesia dengan negara-negara Pasifik yang telah terjalin selama berabad-abad melalui tradisi maritim, pertukaran pengetahuan, dan interaksi antarmasyarakat kepulauan.

“Kami menyadari bahwa laut tidak pernah memisahkan kita. Laut selalu menghubungkan rakyat, budaya, dan peradaban kita,” ungkap Fadli.

Ia menegaskan, diplomasi budaya tidak cukup hanya memperkenalkan tradisi kepada masyarakat internasional, tetapi juga perlu mendorong pertukaran pengetahuan, memperkuat komunitas, dan membangun persahabatan yang berkelanjutan.

Peserta Indonesia–Pacific Cultural Connect 2026.

Selama 10 hari pelaksanaan, kegiatan ini melibatkan 17 seniman dari delapan negara Pasifik dan 30 seniman dari sembilan provinsi di Indonesia. Para peserta berkolaborasi melalui musik serta eksplorasi kreatif menggunakan bambu dan material berbasis kelapa.

Dalam bidang musik, para seniman mengeksplorasi pertemuan gamelan dengan tradisi musikal Pasifik untuk menghasilkan ekspresi artistik baru. Sementara itu, eksplorasi bambu dan kelapa mengangkat material yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, tradisi, dan lingkungan masyarakat kepulauan.

“Tugas kami adalah menciptakan peluang bagi para pelaku budaya untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan kehidupan mereka, dan berpartisipasi lebih jauh dalam ekonomi budaya, sambil memastikan komunitas pemilik tradisi tetap menjadi bagian utama dari perkembangannya,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *