Redaksi17

Tes Kebugaran Pegawai, Pemkot Yogya Dorong ASN Tetap Bugar untuk Layani Masyarakat

Tes Kebugaran Pegawai, Pemkot Yogya Dorong ASN Tetap Bugar untuk Layani Masyarakat

Tes Kebugaran Pegawai, Pemkot Yogya Dorong ASN Tetap Bugar untuk Layani Masyarakat

 

Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Pelayanan publik yang optimal membutuhkan pegawai yang tidak hanya sehat, tetapi juga bugar untuk menjalankan aktivitas kerja sehari-hari. Untuk memastikan kondisi tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar tes kebugaran jasmani bagi aparatur sipil negara (ASN) di Lapangan Balai Kota Yogyakarta, Jumat (16/10), sebagai langkah mengenali kemampuan fisik sekaligus mendorong pegawai menjaga kebugaran secara rutin.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, menjelaskan tes kebugaran penting dilakukan untuk mengetahui kemampuan tubuh dalam menggunakan oksigen saat beraktivitas fisik. Menurutnya, kondisi sehat perlu didukung dengan kebugaran yang baik agar tubuh mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara optimal.

“Harapannya ASN Pemkot Yogya sehat dan bugar, sehingga bisa menjalankan tugas dengan optimal, memberikan pelayanan publik secara maksimal. Jangan sampai saat memberikan pelayanan di loket atau di wilayah kemudian sakit atau pingsan. Harapannya ASN Kota Yogya sehat semuanya, bugar, dan bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,� jelasnya.

Lana menerangkan, tes kebugaran kali ini menggunakan metode Rockport, yakni dengan menempuh jarak 1,6 kilometer atau 1.600 meter setelah melakukan pemanasan. Peserta dapat berjalan maupun berlari sesuai kemampuan, dengan waktu tempuh sebagai salah satu komponen penilaian.

Pegawai Pemkot Yogya lari 1,6 km

Hasil pengukuran tersebut kemudian dicocokkan dengan tabel berdasarkan waktu tempuh, usia, dan jenis kelamin untuk memperkirakan kapasitas maksimal tubuh dalam menyerap oksigen atau VO2 max. Hasilnya digunakan untuk mengetahui kategori kebugaran masing-masing peserta.

Meski demikian, Lana menegaskan pemeriksaan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan peserta. Sebelum mengikuti tes, pegawai menjalani pemeriksaan tekanan darah dan skrining serta konsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatannya memungkinkan mengikuti aktivitas fisik tersebut.

“Prinsipnya tidak memaksakan, yang penting semampunya. Tetapi jangan juga bermalas-malasan kalau sebenarnya mampu berlari, karena kecepatan akan memengaruhi hasil akhirnya,� ungkapnya.

Ia menambahkan, pengukuran kebugaran tidak cukup dilakukan sekali. Pegawai diharapkan dapat mengulang latihan secara mandiri secara rutin, idealnya seminggu sekali, dengan pola yang sama agar kemampuan fisiknya semakin meningkat.

Para peserta melakukan pemanasan

Salah satu peserta, Agfiyansi Fajri, menyambut baik pelaksanaan tes kebugaran tersebut. Menurutnya, kegiatan ini membantu pegawai mengetahui kondisi kebugaran masing-masing sehingga dapat menjadi acuan untuk meningkatkan aktivitas fisik secara mandiri.

“Tentu sangat mendukung dan senang dengan adanya ini karena nanti bisa mengetahui kebugaran masing-masing personel. Kalau misalnya ada yang kurang, bisa ditambah dengan latihan mandiri. Ini bisa jadi panduan untuk latihan mandiri,� tuturnya.

Peserta mengelilingi lapangan Balai Kota sebanyak 6,5 putaran

Melalui kegiatan ini, pegawai diharapkan semakin memahami kondisi kebugaran tubuhnya dan terdorong menjaga kesehatan secara berkelanjutan. Dengan kondisi fisik yang terjaga, ASN diharapkan mampu menjalankan aktivitas kerja sehari-hari sekaligus memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *