Beranda / Daerah / Antrean Pertalite Meningkat, Stok BBM Jateng-DIY Aman

Antrean Pertalite Meningkat, Stok BBM Jateng-DIY Aman

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertambah seiring pergeseran sebagian konsumen dari Pertamax ke Pertalite. Di tengah perubahan pola konsumsi tersebut, Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM di kedua wilayah masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah wilayah Jateng-DIY, Taufiq Kurniawan, mengatakan ketahanan stok BBM per Senin (19/10) tercatat setara delapan kali konsumsi normal untuk Pertalite, 18 kali untuk Pertamax, 15 kali untuk Biosolar, dan delapan kali untuk Pertamax Turbo.

Taufiq menyampaikan angka tersebut merupakan perbandingan stok yang tersedia dengan tingkat konsumsi normal, bukan jumlah hari ketahanan stok. Pertamina memperkirakan ketahanan stok pada hari berikutnya berada pada tingkat yang kurang lebih sama, sembari menjaga pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Stok BBM per hari ini dalam kondisi aman dan kami jaga agar tetap aman setiap harinya. Untuk besok, ketahanan stoknya juga kurang lebih sama,� ujar Taufiq.

Ia menjelaskan, peningkatan antrean Pertalite berkaitan dengan perubahan pilihan konsumen. Sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax, kini beralih ke Pertalite. Pergeseran tersebut ikut meningkatkan permintaan terhadap BBM jenis Pertalite.

Sejak Juni 2026, konsumsi Pertalite di wilayah Jateng-DIY meningkat sekitar 7–8 persen setiap bulan. Sebelum gejolak di kawasan Timur Tengah, pangsa pasar Pertamax di DIY tercatat sekitar 20–25 persen dari keseluruhan produk BBM. Perubahan pola konsumsi ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam pengelolaan pasokan dan pelayanan di SPBU.

Untuk mengantisipasi antrean, sejumlah SPBU di Jateng-DIY menerapkan pengaturan antrean atau marshalling agar pergerakan kendaraan lebih tertib. SPBU juga membatasi pembelian berulang yang terindikasi untuk dijual kembali oleh pengecer. Di beberapa lokasi, air mineral kemasan disediakan bagi konsumen yang mengantre.

Meski stok BBM dipastikan aman, peningkatan permintaan tetap membutuhkan pengaturan pelayanan agar distribusi di tingkat SPBU berjalan tertib. Kondisi antrean di setiap lokasi dapat berbeda, sehingga masyarakat disarankan memantau informasi resmi sebelum menuju SPBU.

Taufiq mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Informasi kondisi SPBU dapat dipantau melalui akun Instagram resmi @pertamina.jatengdiy, yang menayangkan laporan langsung dua kali sehari.

Sebelumnya, Penjabat Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Drestanto Nandiwardhana, pada Jumat (16/10) juga menyampaikan stok BBM dan LPG di Jateng-DIY dalam kondisi aman, menyusul antrean BBM yang terjadi di Bali.

Dalam keterangan pada tanggal tersebut, Drestanto menyebut ketahanan stok Pertalite mencapai 6,7 hari, Biosolar 16,3 hari, dan LPG 3,5 hari. Ia juga menyampaikan pasokan berikutnya telah direncanakan untuk menjaga ketersediaan energi di kedua wilayah.

Drestanto menjelaskan, pasokan dari Kilang Refinery Unit (RU) IV Cilacap menjadi salah satu penopang distribusi BBM di Jateng-DIY. Penyaluran melalui jaringan pipa mengurangi ketergantungan pada pengiriman menggunakan kapal, sehingga pasokan melalui jalur tersebut tidak bergantung pada kondisi cuaca dan laut.

“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik atau membeli dalam jumlah berlebihan. Cukup membeli dalam jumlah yang wajar karena stok cukup aman dan pasokan berikutnya sudah direncanakan,� kata Drestanto.

Dengan pembelian sesuai kebutuhan dan pemantauan informasi resmi, masyarakat diharapkan dapat menyikapi peningkatan antrean secara bijak. Sementara itu, Pertamina terus menjaga pasokan dan mengatur pelayanan agar kebutuhan BBM masyarakat di Jateng-DIY tetap terpenuhi.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *