DANUREJAN,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) telah menyelesaikan program padat karya infrastruktur tahun 2026. Program padat karya yang tersebar di 10 kelurahan itu menyerap  300 pekerja dari warga sekitar. Program padat karya infrastruktur itu adalah upaya Pemkot Yogyakarta untuk memperluas kesempatan kerja dan penghasilan serta meningkatkan kualitas infrastruktur di lingkungan permukiman.

Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Yogyakarta, Agus Arif Nugroho mengatakan atas nama Pemkot Yogyakarta dan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi program padat karya infrastruktur tahun 2026 yang telah dilaksanakan. Padat karya infrastruktur itu sejalan dengan tematik pembangunan Kota Yogyakarta 2026 yakni penguatan potensi daerah sebagai fondasi transformasi pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Kota Yogyakarta.

“Padat Karya bukan sekadar program membangun paving, talud, cor blok atau saluran air. Di dalam satu kegiatan, kita membangun dua hal sekaligus yaitu membangun lingkungan dan membangun kesempatan bagi masyarakat,” kata Agus saat penutupan dan peresmian padat karya infrastruktur di Tegalpanggung, Senin (19/10/2026).

Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Yogyakarta, Agus Arif Nugroho saat memberikan sambutan.

Dicontohkan padat karya di wilayah Kelurahan Tegalpanggung berupa pembangunan paving dan cor blok, terlihat sebagai pembangunan lingkungan skala lokal. Tetapi manfaatnya langsung dirasakan masyarakat seperti akses jalan kampu menjadi lebih baik dan nyaman. Di samping itu warga yang diberdayakan menjadi pekerja mendapatkan penghasilan. Agus berpesan kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan infrastruktur.

“Itulah hakikat padat karya. Masyarakat bukan hanya menjadi penerima hasil pembangunan. Tetapi ikut bekerja, ikut membangun, dan akhirnya ikut memiliki hasilnya. Infrastruktur yang dibangun dengan anggaran publik dan tenaga masyarakat sehingga harus dipelihara bersama agar manfaatnya bertahan selama mungkin,” paparnya.

Sedangkan Pelaksana Tugas Kepala Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Patricia Heny Dian Anitasari menjelaskan kegiatan padat karya infrastruktur tahun 2026 dilaksanakan di 10 lokasi meliputi Kelurahan Giwangan, Purbayan, Cokrodiningratan, Kricak, Tegalpanggung, Rejowinangun, Gowongan, Pringgokusuman, Patehan dan Prawirodirjan. Infrastruktur yang dibangun berupa talud permukiman, pemasangan paving, cor blok dan saluran air hujan. Pelaksanaan kegiatan padat karya infrastruktur tahun 2026 menggunakan anggaran mencapai sekitar Rp 2,4 miliar dari APBD. Setiap lokasi padat karya melibatkan 30 orang tenaga kerja dari warga sekitar dengan lama pengerjaan selama 25 hari.

Pelaksana Tugas Kepala Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Patricia Heny Dian Anitasari menyampaikan laporan pelaksanaan padat karya infrastruktur tahun 2026.

“Padat karya infrastruktur merupakan salah satu upaya untuk memperluas kesempatan kerja, memberikan penghasilan sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur di lingkungan permukiman. Program ini juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat, semangat gotong royong, serta keterlibatan tenaga kerja lokal dalam membangun wilayahnya sendiri,” terang Heny.

Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Erna Nur Setyaningsih menambahkan setiap warga yang dilibatkan sebagai pekerja dalam padat karya infrastruktur akan mendapatkan upah. Misalnya untuk pekerja mendapat upah Rp 113 ribu/hari dengan total masa kerja 25 hari sehingga mencapai Rp 2,8 juta. Warga yang terlibat biasanya yang belum memiliki pekerjaan maupun pekerja serabutan atau tidak tetap. Untuk lokasi padat karya infrastruktur berdasarkan usulan wilayah. Pada tahun 2026 juga ada padat karya infrastruktur dari anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari DIY sekitar Rp 600 juta di Kelurahan Keparakan, Brontokusuman dan Pakuncen yang melibatkan sekitar 156 pekerja dari warga.

Para lurah, pemangku wilayah, tuwanggana dan warga yang terlibat dalam progrram padat karya infrastruktur 2026 di Kota Yogyakarta.

Sementara itu Pinitua Tuwanggana  Kelurahan Tegalpanggung, Ilyas Putranta Nasution menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Yogyakarta atas pelaksanaan program padat karya infrastruktur. Menurutnya program itu bermanfaat untuk memperbaiki jalan kampung dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Dia berharap program itu dapat berlanjut tahun depan.

“Sangat bermanfaat untuk warga Tegalpanggung. Di samping perekonomiannya menggeliat dan banyak orang yang terserap jadi pekerja karena sistemnya padat karya menggunakan tenaga manusia. Jalan ini dulu conblock dan kondisinya sudah rusak lepas-lepas. Kini sudah dipasang paving block,” tandas Ilyas.