Beranda / Daerah / Siasati Anggaran Cekak, Hari Jadi ke – 75 Kulon Progo Tetap Hadirkan Hiburan Rakyat sampai Penanganan Kekeringan

Siasati Anggaran Cekak, Hari Jadi ke – 75 Kulon Progo Tetap Hadirkan Hiburan Rakyat sampai Penanganan Kekeringan

Image Berita

KULON PROGO,REDAKSI17.COM – Menyiasati keterbatasan APBD, Pemkab Kulon Progo menggandeng mitra lintas sektor untuk menyukseskan Peringatan Hari Jadi ke – 75 Bumi Binangun. Tak hanya menyajikan pesta rakyat dan pelestarian budaya, perayaan ini juga menyasar penanganan bencana kekeringan serta penguatan ekonomi UMKM lokal.

Mengusung tema “Satu Jiwa, Satu Rasa, dari Kulon Progo untuk Indonesia” perayaan Hari Jadi ke – 75 Kulon Progo mencapai puncaknya pada akhir Oktober 2026. Digelar di tengah minimnya anggaran daerah, Pemkab Kulon Progo sukses menyajikan rangkaian acara yang meriah, berunsur budaya, serta bermanfaat untuk masyarakat.

Keberhasilan perayaan tahun ini tak lepas dari strategi kolaborasi lintas sektor. Pemkab Kulon Progo menggandeng berbagai pihak swasta, BUMD, dan komunitas masyarakat untuk bahu – membahu menutupi keterbatasan dana operasional daerah.

Sekda Kulon Progo, Triyono mengatakan anggaran daerah sudah difokuskan untuk pembangunan, sehingga sedikit yang diperuntukkan bagi perayaan hari jadi. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat diperlukan demi kesuksesan acara.

“Jadi betul sekarang ini bahkan sudah 2 tahun ini ya, kita ada efisiensi anggaran sejak 2025, 2026. Nah, dengan keterbatasan atau efisiensi itu memang banyak kegiatan, banyak program yang kemudian harus kita efisienkan. Oleh karena itu pada saat perayaan hari jadi ke-75 ini, kita memang berkolaborasi dari berbagai unsur pentahelix, seperti itu. Mulai dari pemerintah daerah, dari masyarakat, pengusaha, BUMD, masyarakat UMKM dan sebagainya, kita gandeng bareng-bareng,” ucap Sekda Kulon Progo, Triyono, saat ditemui di ruang kerjanya Senin (19/10).

Di tengah hingar bingar pelaksanaan hari jadi, Pemkab Kulon Progo lanjut Triyono terus berupaya menuntaskan persoalan yang ada di masyarakat. Salah satu yang jadi sorotan yakni penanganan kekeringan.

Ia menyebut, penanganan ini sudah berlangsung bahkan sebelum dimulainya rangkaian hari jadi dan terus berlanjut hingga saat ini.

“Kita juga peduli kepada warga terdampak kekeringan ini. Sehingga pada saat momentum hari jadi ini juga kita melakukan baksos dropping air yang itu sebenarnya sudah kita mulai sejak bulan Juli sudah ada. Itu mulai dari Kokap, Pengasih itu alhamdulillah ada pihak-pihak dari luar, pihak ketiga yang sampai kemudian menjadikan Kokap dan terus mendapat bantuan sampai nanti akhir masa kemarau yang diprediksi sampai Desember,” terangnya.

Hingga 16 Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo sudah menyalurkan sebanyak 636 tangki air bersih dengan total volume 3.180.000 liter. Bantuan yang bersumber dari APBD, Baznas, PMI, Kodim 0731, BBWSSO, BPBPK, Dinsos, Swadaya, PDAM dan berbagai pihak ini mencakup 203 titik yang tersebar di 8 kapanewon, 25 kalurahan dan 87 padukuhan. Total penerimanya sebanyak 4.561 Kepala Keluarga atau 13.153 jiwa.

Selain pasokan air langsung melalui truk tangki, Pemkab Kulon Progo juga bergerak mengalirkan air PDAM secara darurat serta membangun tandon-tandon baru di titik-titik krisis.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengungkapkan di tengah tantangan ekonomi dan penerimaan anggaran daerah yang belum maksimal, masyarakat tetap berhak merasakan kebahagiaan dan perhatian dari pemerintah. Oleh karena itu, skema gotong royong menjadi kunci utama perayaan ini.

Contohnya dalam kegiatan Kulon Progo Extravaganza pada Sabtu (17/10) yang dalam pelaksanaannya melibatkan BPD DIY. Pemilihan artis lokal Kulon Progo sebagai pengisi hiburan juga dilakukan untuk menekan biaya acara.

“Kegiatan Kulon Progo Extravaganza murni bantuan BPD DIY, dan artis-artisnya berasal dari lokal Kulon Progo dengan pembiayaan yang relatif terjangkau karena mereka ingin berbakti untuk daerahnya,” ujar Agung.

Tak hanya mendukung acara hiburan rakyat, BPD DIY juga menyalurkan kontribusi sosial bernilai signifikan bagi pembangunan Bumi Binangun. Diketahui, dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari BPD DIY kepada Pemkab Kulon Progo tahun ini mencapai Rp1,6 miliar, yang diserahkan saat berlangsungnya Kulon Progo Extravaganza.

Dana tersebut dialokasikan untuk pembenahan taman kota, persiapan beberapa lokasi pertandingan Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2027, penyerahan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penyelenggaraan pentas seni budaya, hingga pembenahan fasilitas publik lain.

Hiburan, Budaya & Penguatan Ekonomi

Rangkaian Hari Jadi ke – 75 Kulon Progo berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2026. Seluruh kegiatan mencakup aspek budaya, sosial, olahraga, kesehatan, hingga pariwisata.

Kegiatannya meliputi Anugerah Iptek Kreanova Menoreh pada akhir Agustus, disusul acara pembuka Kick Off Peringatan Hari Jadi dan Menoreh Art Festival pada pertengahan September 2026. Berbagai pelayanan publik dan aktivitas kemasyarakatan turut mewarnai kegiatan, seperti pameran pembangunan Manunggal Fair, bantuan sosial RTLH, donor darah, cek kesehatan gratis hingga Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan.

Selain itu, ada pameran seni Kulon Progo Annual Art, layanan Vaksinasi Rabies Gratis, Advokasi Ibu PAUD, Lomba Baris Berbaris, Gladhen Jemparing, penghargaan seniman dan budayawan, lomba voli Manunggal Cup, lomba lari Manunggal Run, ziarah ke makam raja-raja Mataram dan bupati serta wakil Bupati Kulon Progo terdahulu.

Adapun, peringatan hari jadi yang berlangsung pada Kamis (15/10) meliputi rapat Paripurna Istimewa DPRD, dan upacara di Alun-Alun Wates. Untuk agenda upacara, dihadiri langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Dalam kegiatan tersebut, ditampilkan pertunjukan kolosal melibatkan 75 sinden, 750 penari dari kalangan pelajar dan sanggar seni, serta pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 75 meter. Sebagai simbol persatuan, kesinambungan pembangunan daerah dan semangat untuk bangkit, Gubernur DIY memimpin prosesi penyalaan dan estafet obor kepada jajaran pimpinan daerah hingga panewu se-Kulon Progo.

Rangkaian acara kembali berlanjut pada Sabtu (17/10) melalui kegiatan Kulon Progo Extravaganza. Kegiatan ini meliputi touring ke tempat wisata hingga konser spesial bersama grub musik Guyon Waton, yang diselenggarakan bertepatan dengan HUT ke – 65 BPD DIY selaku sponsor utama.

Dampak dari rangkaian kegiatan ini dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM dan warga lokal. Seperti gelaran pameran pembangunan Manunggal Fair pada 25 September – 7 Oktober yang dinilai masyarakat cukup efektif dalam menggerakkan roda perekonomian warga.

Salah satu warga Wates, Afif, mengapresiasi langkah pemkab yang menurutnya sukses memutar perekonomian rakyat lewat peringatan jadi ini. “Pelaksanaannya sudah bagus dan sangat membantu UMKM, seperti pada Manunggal Fair kemarin yang cukup berpengaruh menggerakkan UMKM. Semoga Kulon Progo semakin jaya,” tuturnya.

Senada dengan itu, Budi, warga Galur, mengaku terhibur dengan rangkaian perayaan yang sudah lama tidak digelar semeriah ini. “Selain menjadi hiburan masyarakat yang sangat dinantikan, ini juga wadah bagi teman-teman UMKM untuk bangkit. Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ungkap Budi.

Keberhasilan perayaan ini juga memantik optimisme generasi muda. Faraghina Salsabila, Ketua Karang Taruna Hipenari dari Ngargosari, Samigaluh, menekankan pentingnya peran pemuda dalam mengemas kearifan lokal menjadi nilai ekonomi tinggi bagi keberlangsungan Kulon Progo.

“Kearifan lokal dan potensi wisata Kulon Progo itu sangat besar. Anak-anak muda harus lebih peduli dan tidak hanya menjadi panitia acara seremonial semata, tetapi mampu melahirkan ide cemerlang untuk membungkus hal-hal sederhana di desa menjadi produk bernilai tinggi dan membangun relasi luas,” ujar Faraghina.

Melalui sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan partisipasi aktif masyarakat, Peringatan Hari Jadi ke – 75 Kulon Progo membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah halangan untuk menghadirkan manfaat nyata, melestarikan budaya, sekaligus menyelesaikan tantangan sosial di daerah.

Source: media center

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *