
Jakarta,REDAKSI17.COM-Pemerintah Kota Yogyakarta meraih penghargaan Environmental, Social, and Governance (ESG) Now Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Republika.
Pemerintah Kota Yogyakarta masuk dalam kategori Community Based Innovation (Government) atas inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Mas Jos atau Masyarakat Jogja Olah Sampah.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Utama Republika, Nur Hasan Murtiaji, dan diterima oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Direktur Utama Republika, Nur Hasan Murtiaji, mengatakan ESG Now Awards 2026 diselenggarakan untuk mengapresiasi pemerintah daerah yang menunjukkan kepemimpinan dalam pembangunan berkelanjutan melalui kebijakan, inovasi, dan kolaborasi yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Penghargaan ini diadakan untuk memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang menunjukkan kepemimpinan dalam pembangunan berkelanjutan melalui kebijakan, inovasi, dan kolaborasi yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,� ujarnya.
Ia menekankan bahwa perubahan perilaku masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang mampu bertahan dalam jangka panjang.
Menurutnya, upaya menangani persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pengangkutan dan pengolahan di tempat pemrosesan akhir, tetapi harus dimulai dari kesadaran masyarakat untuk mengurangi dan memilah sampah sejak awal.
“Perubahan perilaku warga menjadi kunci dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang bertahan lama,� katanya.
Melalui program Mas Jos, Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya menjadikan masyarakat sebagai bagian utama dalam penyelesaian persoalan sampah.
“Program ini mampu mendorong warga untuk tidak sekadar membuang sampah, tetapi juga memahami pentingnya pemilahan dan pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna,” bebernya.
Salah satu upaya yang dikembangkan adalah pengolahan sampah organik. Sampah organik yang dipisahkan sejak dari rumah tangga dapat ditangani melalui metode pengolahan yang sesuai sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir.
Selain itu, pengembangan bank sampah berbasis komunitas menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi sirkular. Melalui bank sampah, material anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dikumpulkan dan dikelola agar kembali dimanfaatkan.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni mengurangi beban lingkungan akibat timbulan sampah sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan keterlibatan warga, pengelolaan sampah dapat menjadi kebiasaan bersama yang tumbuh dari lingkungan terkecil.
Sementara itu Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam membangun pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh warga, mulai dari pemilahan sampah dari rumah masing-masing,� ujar Hasto.
Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada konsistensi perubahan perilaku masyarakat serta kolaborasi berbagai pihak dalam menjalankan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
“Melalui Mas Jos, kami ingin membangun kesadaran bahwa sampah harus dikelola sejak dari sumbernya. Jika masyarakat terbiasa memilah dan mengolah sampah, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat,� katanya.






