UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) menyiapkan para calon transmigran tahun 2026 dengan memberikan pelatihan dan pembinaan. Salah satunya memberikan pembinaan atau bimbingan mental untuk menguatkan niat dan motivasi program transmigrasi. Diharapkan pembinaan mental itu dapat menambah semangat dan ketangguhan para calon transmigran untuk mengikuti program transmigrasi.
Penggerak Swadaya Masyarakat Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta Dwi Hartanti, mengatakan Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta tidak hanya membekali pengetahuan dan keterampilan terkait transmigrasi. Tapi juga dari dalam atau mental terkait motivasi, keyakinan hingga penguatan spiritual diberikan kepada para calon transmigran. Menurutnya bimbingan mental penting disiapkan untuk lebih menguatkan niat dan motivasi untuk hidup lebih baik. Termasuk membangun ketangguhan dan bisa beradaptasi dengan masyarakat sekitar dan transmigran dari daerah lain.
“Jadi kita menguatkan mental agar siap di lokasi. Kalau sudah niat dan termotivasi, di sana (lokasi transmigrasi) akan lebih kuat mengatasi permasalahan yang mungkin dihadapi, sudah siap mental dan lebih tangguh. Kegiatan ini diikuti seluruh keluarga calon transmigran orang tua dan anak-anak agar bisa kompak, mempunyai satu tujuan yang sama dan harus saling mendukung,” kata Dwi ditemui di sela bimbingan mental calon transmigran tahun 2026 dari Kota Yogyakarta, Selasa (20/10/2026).
Sementara itu Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Erna Nur Setyaningsih menjelaskan pada tahun 2026 ada 2 KK dengan 8 jiwa yang akan mengikuti program transmigrasi. Satu KK diberangkatkan ke Poso, Sulawesi Tengah dan satu KK ke Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Dia menyatakan para calon transmigran mendapatkan pelatihan-pelatihan dari provinsi, kementerian dan organisasi perangkat daerah. Termasuk memberikan pembinaan mental.
“Untuk pelatihan pertanian disesuaikan  dengan potensi daerah asal. Misalnya kalau yang Poso ini banyak ke perkebunan, coklat, kopi sehingga pelatihan terkait perkebunan. Kuota transmigran dan lokasi transmigrasi ditentukan pemerintah pusat. Kita hanya di komunikasi informasi edukasi, sosialisasi, rekrutmen dan penyiapan pelatihan-pelatihannya serta dukungan uang saku. Targetnya November sudah bisa diberangkatkan ke lokasi transmigrasi,” terang Erna ditemui usai penutupan padat karya infrastruktur kemarin.
Dia menyebut para calon transmigran dari Kota Yogyakarta akan mendapat uang saku sekitar Rp 13 juta/ KK dari Pemkot Yogyakarta. Sedangkan akomodasi tiket pesawat untuk pemberangkatan dari Pemda DIY karena diberangkatkan bersama dengan calon transmigran lain di DIY. Para transmigran akan mendapatkan lahan sekitar 2 hektar tiap KK untuk pekarangan dan usaha serta lahan usaha. Di samping itu sudah tersedia bangunan rumah dan fasilitas jatah hidup seperti beras selama satu tahun dari pemerintah pusat melalui pemerintah daerah lokasi transmigrasi.
“Ternyata motivasi mereka (calon transmigran) ingin tempat tinggal karena di Yogya mereka itu dalam satu rumah bisa ditempati beberapa KK. Makanya mereka termotivasi kuat ikut transmigrasi. Semoga ini bisa membuat mereka betah menjalani transmigrasi,” ucapnya.
Salah satu peserta calon transmigrasi, Andri Surya Kusuma menyampaikan rasa mantabnya untuk mengikuti program transmigrasi karena ingin mengubah nasib dan hidup lebih sejahtera. Dia membawa istri dan ketiga anaknya ikut transmigrasi. Ia sudah mengikuti pelatihan-pelatihan transmigrasi dari pusat, provinsi terkait pertanian. Dia juga pernah kuliah jurusan teknologi pertanian dan praktik bertani.
“Saya ingin mengubah nasib, ingin berjuang di tanah harapan di sana karena di sini saya nggak punya lahan. Selama ini saya kerja serabutan. Jadi kadang kalau pas ada kerja. Kalau misalnya pas lagi nggak ada, saya ngojek. Dengan pembinaan mental ini semakin mantab mengikuti transmigrasi. Ini ibaratnya sudah terakhir tinggal melangkah hari-hari menjalani transmigrasi,” pungkas Andri.





