Presiden Barcelona Joan Laporta. Foto: Europa Press via Getty Images/Europa Press Sports
Jakarta,REDAKSI17.COM – Serangan Real Madrid kepada presiden LaLiga Javier Tebas mendapat sorotan dari Joan Laporta. Presiden Barcelona itu menilai El Real seharusnya fokus berkaca pada diri sendiri alih-alih terus menyerang pihak lain.
Pada Jumat (16/10) pekan lalu, Madrid merilis pernyataan yang mendesak Tebas untuk mundur dari jabatannya sebagai presiden LaLiga sekaligus wakil presiden Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) setelah mengeluarkan pernyataan yang menyinggung raksasa ibu kota itu lewat media sosial.
Tebas menyoroti sikap Madrid yang kerap mendiskreditkan wasit lewat kanal televisi mereka sendiri, sesuatu yang dinilai Tebas di masa lalu. Madrid menilai pernyataan Tebas menunjukkan kurangnya netralitas dan sikap rasa hormat dari pria 64 tahun itu.
Menanggapi pernyataan Madrid, Laporta pasang badan untuk Tebas. Ia justru menyebut klub rival tidak mawas diri.
“Saya ingin mengatakan betapa beruntungnya kita memiliki Javier Tebas sebagai presiden LaLiga, sosok yang memiliki pengalaman yang dibutuhkan untuk menangani masalah-masalah seperti ini,” ujar Laporta, seperti dikutip ESPN.
“Terlebih lagi, dia (Tebas) memiliki penilaian yang tepat untuk melawan serangan-serangan yang dilancarkan Real Madrid terhadap LaLiga; tampaknya mereka (Madrid) ingin menghancurkan segalanya—mereka ingin menghancurkan LaLiga, mereka ingin menghancurkan Komite Teknis Wasit; mereka juga tidak puas dengan Federasi (RFEF)-singkatnya, mereka tidak puas dengan apa pun.”
“Untungnya, presiden LaLiga menyadari hal ini dan memiliki pengalaman yang diperoleh dari berbagai pertarungan untuk menangkal serangan-serangan tersebut, yang sama sekali tidak pantas dilakukan oleh sebuah klub anggota LaLiga.”
“Mereka (Madrid) telah mengambil sikap untuk terus-menerus menyerang segala sesuatu yang terjadi di LaLiga, Federasi, maupun terhadap para wasit. Mereka mencari seribu alasan karena tidak bisa menerima situasi yang mereka hadapi saat ini, yang sebenarnya merupakan akibat dari tindakan mereka sendiri. Menurut saya, mereka seharusnya melakukan kritik pribadi dan mengevaluasi diri sendiri secara internal.”
Madrid sudah puasa gelar domestik selama dua tahun terakhir. Selama periode itu pula, mereka beberapa kali mengeluarkan protes soal kepemimpinan wasit yang dianggap telah merugikan mereka, biasanya lewat kanal RMTV.








