
Umbulharjo,REDAKSI17.COM-Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggelar program bedah rumah untuk membantu masyarakat mendapatkan hunian yang layak, aman, dan nyaman. Sama seperti bedah rumah sebelum-sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, turun langsung memimpin kegiatan tersebut, Minggu (1/11/2026).
Kali ini bedah rumah menyasar dua rumah warga di Kelurahan Warungboto, Kemantren Umbulharjo. Dua rumah ini milik Qomar dan Bardilah. Keduanya mendapatkan bantuan renovasi sebesar Rp20 juta untuk setiap rumah, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai Rp40 juta.
Bantuan tersebut berasal dari dukungan Swalayan Pamella yang disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta.
Kondisi rumah milik Qomar menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan bedah rumah kali ini. Rumah tersebut sudah tidak ditempati sejak mengalami musibah kebakaran pada Juli 2026 lalu. Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik itu mengakibatkan bangunan rumah mengalami kerusakan sehingga tidak lagi memungkinkan untuk dihuni.
Sementara itu, rumah milik Bardilah juga mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi atap rumah sudah memprihatinkan, bahkan sejumlah bagian atap telah roboh. Kondisi tersebut membuat rumah membutuhkan perbaikan agar kembali aman dan nyaman untuk ditempati.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan program bedah rumah merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan perbaikan hunian. Menurutnya, rumah yang layak merupakan kebutuhan dasar yang harus diperhatikan karena berkaitan langsung dengan keamanan, kenyamanan, dan kualitas hidup keluarga.
“Rumah merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, ketika ada warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan sudah tidak layak untuk ditempati, kita perlu hadir untuk membantu. Harapannya, melalui program bedah rumah ini, masyarakat bisa kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman,” ungkap Hasto.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Swalayan Pamella yang telah memberikan dukungan melalui Baznas Kota Yogyakarta. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk memperluas jangkauan program sosial bagi masyarakat.
“Penanganan persoalan sosial tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Perlu ada kolaborasi dan kepedulian dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan lembaga sosial. Saya mengapresiasi Swalayan Pamella yang telah ikut berkontribusi membantu masyarakat melalui program ini,” katanya.
Hasto berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial seperti ini dapat terus tumbuh di Kota Yogyakarta. Dengan semakin banyak pihak yang terlibat, bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga.
“Semangat gotong royong ini harus terus kita jaga. Ketika pemerintah, dunia usaha, Baznas, dan masyarakat bergerak bersama, tentu akan semakin banyak warga yang bisa kita bantu,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu penerima manfaat, Qomar, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan renovasi rumah yang diterimanya. Ia mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya, mengingat rumahnya mengalami kebakaran pada Juli 2026 lalu dan hingga kini belum dapat ditempati kembali.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Setelah rumah mengalami kebakaran, kondisinya memang sudah tidak bisa ditempati. Dengan adanya bantuan bedah rumah ini, saya berharap rumah bisa kembali diperbaiki dan nantinya dapat ditempati lagi,” ungkap Qomar.
Ia berharap proses renovasi dapat berjalan lancar sehingga keluarganya bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.





