Home / Olahraga / Debut di Indonesia Masters, Dejan/Bernadine Punya Target Ini

Debut di Indonesia Masters, Dejan/Bernadine Punya Target Ini

(Foto: dok PBSI)

Jakarta,REDAKSI17.COM – Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana bakal menjalani debut di Indonesia Masters 2026. Di ajang Super 500 itu mereka tak menargetkan muluk-muluk.
Indonesia Masters berlangsung di Istora Gelora Bung Karno (GBK) mulai 20-25 Januari mendatang. Dejan/Bernadine termasuk salah satu pasangan ganda campuran yang disiapkan PBSI mengikuti turnamen tersebut.

Bagi Dejan/Bernadine ini bakal menjadi yang pertama main di level Super 500. Sebelumnya, mereka baru bisa turun di ajang tertinggi Super 300 karen terbentur oleh poin dan ranking dunianya. Saat ini, Dejan/Bernadine berada di peringkat 48 dunia.

“Ya saya sih bersyukur juga bisa main di Indonesia Masters bersama Bernadine. Kalau dihitung genapnya (baru bertandem) lima bulan lah. Debut di Indonesia Masters sama Bernadine, mungkin saya pribadi lebih ke nothing to lose saja,” kata Dejan saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

“Maksudnya kami dapat titel di super 100 (Al Ain Masters) dan 300 (Syed Modi India International) juga, di sini juga 500 (Indonesia Masters) sama bernadine, jadi mau lihat saya dan dia levelnya ada di mana sih. Karena kemarin di India, menurut saya memang juara tapi pemainnya tidak komplet.”

“Jadi saya mau lihat level saya sama bernadine itu di mana, sejauh apa? Nothing to lose saja tapi maksimal supaya lihat sampai di mana,” ujarnya.

Nyaris Dirombak
Perjalanan Dejan/Bernadine saat menjadi pasangan memang tidak mulus-mulus amat. Saat ditandem pertama kali pada September 2025, mereka tersingkir di babak awal di Vietnam Open dan Indonesia Masters I.

Kala itu, pelatih mereka Rionny Mainaky bahkan sempat berencana merombak keduanya jika masih mendapat hasil buruk. Tapi Dejan/Bernadine membuktikannya di Al Ain dan sukses menjadi juara.

Makanya, saat ia dan Bernadine akhirnya bisa bertahan bahkan bisa main di Super 500, Dejan tak menyangka.

“Justru saya tak punya ekspektasi lebih karena Al Ain pas pertama kali juara itu pertandingan saya terakhir dengan Bernadine. Karena kita tahu pertandingan sebelumnya itu kan kurang bagus. Secara main juga belum nyambung,” Dejan mengungkapkan.

“Tapi di Al Ain itu pelatih sudah bilang, itu pertandingan terakhir. Entah mau dipecah atau bagaimana cuma saya dan Bernadine tak menyerah. Kami tetap berusaha, saya pun main dengan Bernadine ketemu polanya seperti apa. Akhirnya di sana saya dapat polanya seperti apa, saya juga lebih percaya diri dari Al Ain dan mengambil beberapa titel.”

“Sebenarnya saya tak ada menyangka tapi lebih ke pengalaman baru jadi saya mau tahu sejauh mana, karena awalnya susah banget. Jadi ada harapan, dan saya dengan Bernadine sudah improve,” lanjutnya.

“Evaluasi kalau untuk enam bulan ke depan selalu ada apalagi PBSI, tapi adanya Bernadine dan dia juga mau, dan dia juga mau ya kita lihat. Kami sudah ada pertandingan sampai November. Ya, kita lihat saja hasil dan prosesnya seperti apa. Kita tak usah jauh-jauh dulu lihat prosesnya dari Januari dan Juli ke depan,” ujar Dejan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *