Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan pelayanan kesehatan dan pengawasan keamanan pangan tetap berjalan optimal selama bulan Ramadan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan masyarakat tetap stabil hingga menjelang Idulfitri.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Aan Iswanti, menyampaikan secara umum tidak terdapat tren peningkatan penyakit yang signifikan selama Ramadan.

“Secara umum tidak ada perbedaan signifikan. Namun di awal puasa, terutama saat musim hujan dengan cuaca tidak menentu, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seperti batuk dan influenza cenderung meningkat karena daya tahan tubuh sedang beradaptasi,” jelasnya saat dikonfirmasi pada Jumat (27/2/2026).

Pemkot memastikan seluruh puskesmas di Kota Yogyakarta tetap memberikan pelayanan selama Ramadan, meskipun terdapat penyesuaian jam operasional pelayanan, yaitu Senin sampai Kamis mulai 07.30-13.30 WIB, Jumat 07.30-09.30 WIB dan Sabtu 07.30-12.30 WIB.

Foto salah satu lapak di Pasar Ramadan Jogokariyan 2026.

Selain pelayanan rutin, Dinas Kesehatan juga meningkatkan pengawasan di sejumlah titik strategis. Pada awal Maret, dilakukan Pemeriksaan Pangan Aman di pasar-pasar takjil. Menjelang Lebaran, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan kepada pengemudi di Terminal Giwangan untuk mendukung keselamatan arus mudik.

Menanggapi maraknya penjual takjil musiman, Dinas Kesehatan melakukan pengambilan sampel makanan secara acak untuk diuji di laboratorium.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau lebih selektif dalam memilih makanan berbuka. Cara sederhana mengenali takjil yang aman antara lain memperhatikan warna makanan dan menghindari warna yang terlalu mencolok, mencium aroma makanan untuk memastikan tidak basi dan memastikan produk kemasan memiliki nomor PIRT.

Foto layanan di Puskesmas Yogyakarta.

Pemkot Yogyakarta juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis di seluruh puskesmas. Khusus lansia, tersedia pemeriksaan massal setiap tiga bulan sekali di tingkat kelurahan dan pemeriksaan rutin di puskesmas.

Pemkot mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum membangun pola hidup sehat. Masyarakat diimbau menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak sayur dan buah, melakukan cek kesehatan berkala, istirahat cukup, serta tetap beraktivitas fisik ringan.

Selain itu, kebutuhan cairan tetap harus diperhatikan dengan target delapan gelas per hari menggunakan pola 2-4-2, yakni dua gelas saat berbuka, empat gelas antara berbuka hingga sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur.

Dengan langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan sehat, aman, dan nyaman hingga Idulfitri.