|
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gunungkidul menggelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh Bupati Gunungkidul, jajaran Forkopimda, serta kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul di Ruang Handayani, Kantor Sekretariat daerah Gunungkidul, Jumat, (27/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Ketua BAZNAS Gunungkidul, Mustangid menekankan pentingnya sinkronisasi antara Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Dalam laporannya, Mustangid mengungkapkan bahwa perolehan zakat di Gunungkidul mengalami kenaikan yang signifikan, “Pada tahun 2021, perolehan zakat baru mencapai Rp900 juta, namun dalam kurun waktu tiga tahun, angka tersebut melonjak menjadi Rp6,3 miliar.” ungkap Mustangid.
Meski demikian, potensi zakat di Gunungkidul dianalisis bisa mencapai Rp25 miliar, “Untuk tahun ini, BAZNAS menetapkan target moderat sebesar Rp10 miliar.” kata Ketua BAZNAS.
Salah satu upaya yang didorong adalah optimalisasi zakat dari kalangan ASN, dengan target Rp100.000 per ASN setiap bulannya, mengingat saat ini rata-rata baru mencapai Rp44.000.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat dalam Rapat Evaluasi dan Sosialisasi Rencana Kegiatan BAZNAS Kabupaten Gunungkidul 2026.
“Saya sudah meminta Pak Mustangid, selaku Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk melakukan pelaporan secara berkala setiap bulan kepada pemerintah daerah, guna membangun kepercayaan publik dan memastikan amanah tersalurkan dengan tepat.” kata Bupati Endah.
Bupati juga mendorong dilakukannya rebranding BAZNAS bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) agar setiap kegiatan dan capaian dapat dipublikasikan secara luas. Hal ini penting agar masyarakat mengetahui bahwa zakat yang dihimpun benar-benar kembali untuk kemaslahatan umat.
Sebagai bentuk keteladanan, gerakan “Zakat Panutan” dimulai dari jajaran pimpinan daerah, termasuk Bupati, Sekda, dan para Kepala OPD, “Gerakan zakat harus dimulai dari keteladanan para pemimpin. Jika Bupati, Sekda, dan seluruh kepala dinas berzakat, maka insyaallah akan diikuti oleh jajaran di bawahnya,” tegasnya.
Inovasi Zakat Panutan Melalui QRIS
Sebagai bentuk keteladanan, dalam acara tersebut dilaksanakan aksi “Zakat Panutan”, Bupati Gunungkidul bersama Sekretaris Daerah dan tokoh masyarakat lainnya melakukan pembayaran zakat secara langsung menggunakan pemindaian kode QRIS melalui ponsel masing-masing.
“Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat dan tamu undangan untuk menunaikan zakat secara praktis dan ikhlas.” harap Ketua BAZNAS.
Pemberian Penghargaan dan Transformasi Mustahik
Acara juga diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada berbagai pihak yang berkontribusi dalam pengelolaan zakat. Beberapa kategori penghargaan yang diberikan antara lain:
* Mustahik Terbaik: Diberikan kepada Ibu Asih Utami atas keberhasilannya bertransformasi menjadi munfiq (pemberi infak), serta Ibu Ngatini dan Bapak Firman atas pengembangan UMKM binaan BAZNAS.
* Pengumpul Zakat Terbanyak: Peringkat pertama diraih oleh Kapanewon Semin, disusul oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul di peringkat kedua, dan Dinas Komunikasi dan Informatika di peringkat ketiga.
* Muzaki Teladan: Diberikan kepada Dr. Triani Heni Astuti atas konsistensinya dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS.
* Mitra Terbaik: RSUD Wonosari dan RSI Gunungkidul atas kolaborasi dalam program khitan massal.
*Fokus Pengetasan Kemiskinan dan Stunting*
Ketua BAZNAS Gunungkidul menjelaskan bahwa dana zakat yang terkumpul akan disalurkan untuk mendukung program pemerintah, khususnya dalam pengetasan stunting perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pemberdayaan UMKM kecil.
“BAZNAS juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk mendeteksi warga yang membutuhkan bantuan di lapangan.” kata Mustangid.
Untuk efektivitas penyaluran, Bupati Gunungkidul juga menginstruksikan agar program BAZNAS disinkronkan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS). Fokus utama intervensi akan diarahkan pada tujuh kapanewon dengan angka kemiskinan ekstrem.
“Kami harapkan BAZNAS ke depan disinkronkan dengan rapor kita dari pemerintah daerah. Ada tujuh kapanewon yang miskinnya ekstrem,” ujar Bupati.
Penyaluran zakat akan diprioritaskan untuk sektor-sektor krusial seperti bidang Kesehatan salah satunya embantu warga yang tidak memiliki BPJS agar terhindar dari kemiskinan akibat biaya pengobatan.
Selain itu juga dibidang Pendidikan Pemberian honor bagi pejuang pendidikan (GTT) dan beasiswa bagi anak-anak agar tidak putus sekolah, serta Ekonomi UMKM guna mengintervensi bagi pedagang yang direlokasi agar tetap berdaya, termasuk penyediaan sarana prasarana usaha.
Dan juga Kemanusiaan untuk bantuan bagi korban kecelakaan, lansia, dan warga disabel
Melalui penguatan data dan kolaborasi lintas sektor, BAZNAS Gunungkidul optimis dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.



