Sleman,REDAKSI17.COM – Simposium Nasional Hari Penegakan Kedaulatan Negara (HPKN) Tahun 2026 resmi dibuka pada Rabu (15/04) oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi. Simposium yang mengusung topik ‘Intelektual Muda & Pemecahan Masalah Kedaulatan’ ini berlangsung mulai 15 hingga 17 April 2026.
Membacakan sambutan Gubernur DIY, Sri Paduka mengungkapkan, di masa lampau, para pendahulu menegakkan kedaulatan dengan tetesan darah di jalanan Yogyakarta. Namun, hari ini, medan tempur itu telah bergeser ke ruang-ruang digital, ke laboratorium penelitian, dan ke dalam narasi-narasi di media sosial.
“Di sinilah letak urgensi peran intelektualitas. Tentunya, pemecahan masalah kedaulatan membutuhkan ‘Intelektualitas yang Berakar’. Artinya, pikiran boleh melanglang buana ke cakrawala global, namun hati dan langkah, tetap berpijak pada nilai-nilai luhur dan jati diri bangsa,” tutur Sri Paduka di Ballroom The Rich Jogja Hotel, Sleman.
Lebih lanjut, Sri Paduka pun menegaskan, Hari Penegakan Kedaulatan Negara bukan sekadar seremoni untuk mengenang peristiwa heroik 1 Maret 1949. Lebih dari itu, hari ini adalah pengingat bahwa kedaulatan bukanlah pemberian, melainkan ikhtiar kolektif, yang harus terus ditegakkan di setiap zaman.
“Semoga forum ini melahirkan pemikiran-pemikiran jernih, yang mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang benar-benar berdaulat: berdaulat dalam politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” pungkas Sri Paduka.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi menuturkan, Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan peristiwa yang sangat penting bagi upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Keberhasilan ini cukup meyakinkan dunia untuk mendukung perjuangan Indonesia melepaskan diri dari penjajah.
“Pada tahun 2022, melalui perjuangan yang cukup lama, peristiwa ini ditetapkan sebagai hari besar nasional, yaitu Hari Penegakan Kedaulatan Negara melalui Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022. Atas dasar hal tersebut, Pemda DIY mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk berpartisipasi aktif memperingati hari besar tersebut melalui sebuah simposium yang berjudul ‘Intelektual Muda dan Pemecahan Masalah Kedaulatan’,” kata Dian.
Simposium ini pun diikuti oleh para generasi muda, khususnya mahasiswa dan pemangku kepentingan di tingkat DIY maupun tingkat nasional. Dian berharap, dari simposium ini generasi muda mampu memaknai penegakan kedaulatan di masa kini secara ilmiah dari berbagai bidang keilmuan.
Dilaporkan Dian, pelaksanaan agenda sebelumnya diawali dengan call for paper bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia yang sedang menempuh pendidikan tinggi di DIY. Para pendaftar melalui seleksi abstrak dan kemudian para calon peserta potensial diundang untuk mengikuti pembekalan. Setelah itu, melalui naskah lengkap yang dikumpulkan, peserta diseleksi kembali untuk menentukan pemakalah utama yang akan menampilkan karya mereka dalam Simposium Hari Penegakan Kedaulatan Negara Tahun 2026.
“Dari banyaknya pendaftar yang masuk, kami mengkurasi dan mengambil sebanyak 31 orang mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang sedang menempuh pendidikan tinggi di DIY untuk mempresentasikan karya mereka dalam simposium ini. Secara substansi, jumlah tersebut meliputi bidang sosial-budaya, ekonomi, dan politik-hukum,” jelas Dian.
Kegiatan ini dibiayai sepenuhnya dengan Dana Keistimewaan Tahun 2026 melalui sub kegiatan Pembinaan dan pengembangan Kesejarahan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY. Tak hanya dilaksanakan secara luring di The Rich Jogja Hotel, agenda ini turut diselenggarakan secara daring, sehingga masyarakat umum masih dapat menyaksikan agenda ini melalui kanal YouTube tasteof_jogja Dinas Kebudayaan DIY.
Humas Pemda DIY




