Home / Olahraga / Menteri Prabowo Ungkap Manfaat MBG, Singgung Rockefeller dan World Bank

Menteri Prabowo Ungkap Manfaat MBG, Singgung Rockefeller dan World Bank

Foto: Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto (Eva/detikcom)

Jakarta,REDAKSI17.COM – Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berpotensi membebani fiskal Indonesia. Fitch menaikkan asumsi defisit APBN tahun 2026 imbas meningkatnya pengeluaran sosial oleh pemerintah Indonesia, termasuk melalui program MBG.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan MBG merupakan investasi jangka panjang bagi Indonesia. Sejumlah studi internasional, termasuk dari World Bank dan Rockefeller Foundation, menunjukkan MBG berdampak signifikan bagi perekonomian.

Dengan pelaksanaan yang baik, MBG diklaim dapat menghasilkan return yang lebih tinggi. Secara spesifik, Airlangga menyebut investasi US$ 1 untuk MBG bisa menghasilkan US$ 7 bagi negara.

“MBG itu kan kalau beberapa studi dari World Bank maupun Rockefeller Foundation, dengan pelaksanaan MBG yang masif dan baik, investasi US$ 1 bisa menghasilkan US$ 7,” ujar Airlangga di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Ia menilai program tersebut bukan sekadar belanja pemerintah, melainkan investasi jangka panjang yang juga telah dilakukan banyak negara, termasuk Amerika Serikat (AS).

“Jadi itu adalah sebuah investasi dan banyak negara melakukan itu, bahkan Amerika pun melakukan itu. Sehingga ini adalah tantangan long term dan medium term yang tidak bisa kita menghilangkan long term hanya untuk short term,” jelasnya.

Terkait evaluasi setelah adanya penilaian Fitch, Airlangga mengatakan program MBG saat ini masih dalam tahap awal pelaksanaan sehingga pemerintah akan terus menjalankannya secara bertahap.

“MBG ini kan baru berjalan. Jadi kalau berjalan ya terus kita roll out,” tambah Airlangga.

Sebelumnya, Fitch Ratings memperkirakan defisit APBN sepanjang 2026 mencapai 2,9%, sebagaimana yang terjadi sepanjang tahun 2025. Angka tersebut lebih tinggi dari yang ditargetkan pemerintah sebesar 2,7%.

Hal ini terjadi karena meningkatnya pengeluaran sosial, termasuk melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperkirakan menelan sebesar 1,3% dari PDB di tahun 2025-2029. Program ini disebut dapat meningkatkan risiko penyimpangan fiskal.

“Upaya untuk meningkatkan pertumbuhan PDB dan mengurangi ketegangan sosial yang masih ada setelah protes tahun lalu akan mendorong pengeluaran sosial yang lebih tinggi, termasuk program makanan bergizi gratis (total sebesar 1,3% dari PDB untuk tahun 2025-2029),” tulis laporan Fitch Ratings.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *