YOGYAKARTA,REDAKSI17.COM – Di bawah naungan langit Yogyakarta yang sarat sejarah, para tokoh nasional, purnawirawan TNI/Polri, akademisi, dan aktivis pergerakan resmi mendeklarasikan lahirnya Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR). Acara yang dikemas dalam Dialog Kebangsaan dan Buka Bersama ini diselenggarakan oleh Forum Kebangsaan Daerah Istimewa Yogyakarta (FK-DIY) di Yogyakarta, Jumat (6/3).
Deklarasi ini sengaja mengambil momentum 17 Ramadhan 1447 H. Sebagaimana Nuzulul Quran menjadi titik tolak pencerahan umat, GMKR meyakini momentum ini sebagai waktu yang sakral untuk memulai “fajar baru” dalam merebut kembali hak kedaulatan rakyat yang telah tercerabut dari akarnya.
Ketua Forum Kebangsaan DIY sekaligus pemrakarsa deklarasi Heru Nugroho,S.Sos dalam sambutannya menekankan bahwa gerakan ini berakar kuat pada nilai-nilai luhur Yogyakarta yang memiliki falsafah “Manunggaling Kawulo-Gusti.”
Dalam konteks perjuangan ini, hal tersebut dimaknai sebagai bersatunya kawulo Ngayogyokarto Hadiningrat dalam bingkai taat dan tunduk kepada Tuhan Yang Maha Esa Tuhan dalam satu kesatuan barisan perjuangan di GMKR, dengan niat suci Lillahi Ta’ala, InsyaAllah akan sampai pada tujuannya.
“Kita tidak boleh lagi terpecah. Semua elemen pergerakan harus saling asah, asih, dan asuh demi terwujudnya cita-cita Indonesia yang adil dan makmur,” tegas Heru Nugroho di hadapan para tokoh bangsa.

GMKR Sebagai Kapal Induk Pergerakan
Dialog Kebangsaan menghadirkan narasumber utama Brigjen TNI (Purn.) Santoso dan dimoderatori oleh Prof. Dr. M. Chirzin ini menyepakati bahwa kondisi demokrasi saat ini telah mengalami kerusakan fundamental. Rakyat yang seharusnya menjadi pemegang kuasa tertinggi, kini justru direduksi hanya sebagai objek politik lima tahunan.
Hadir dalam dialog kebangsaan tersebut Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto, Marsekal (Purn) Hanafi Asnan, Brigjen (Purn) Nukman, Prof. Rochmat Wahab, Prof. Rusli, Dr. Khamim Zarkasih Putro, Drs. Sarmidi, dan perwakilan simpul-simpul aktivis pergerakan Yogyakarta.
GMKR DIY lahir untuk menjadi “Kapal Induk”—rumah besar bagi seluruh elemen pergerakan yang memiliki kesamaan visi dan misi. Dari Yogyakarta, gerakan ini akan berlayar merajut kembali simpul-simpul kedaulatan yang selama ini terputus oleh kepentingan elit sepihak.
Pernyataan Sikap GMKR DIY:
Mengembalikan Hak Rakyat: Menuntut pengakuan nyata bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat, bukan sekadar komoditas pemilu.
Kesatuan Perjuangan: Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan langkah (Manunggal) dalam wadah GMKR sebagai garda depan perubahan.
Mewujudkan Keadilan Sosial: Berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan negara agar selaras dengan cita-cita kemerdekaan yang berkeadilan bagi seluruh Indonesia.
red




