Home / Nasional / Alasan Mochtar Riady Hibahkan 30 Hektar Lahan Buat Program Prabowo

Alasan Mochtar Riady Hibahkan 30 Hektar Lahan Buat Program Prabowo

Foto: Menteri PKP Maruarar Sirait melakukan land clearing terkait pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Kamis (29/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta,REDAKSI17.COM – Lippo Grup memberikan lahan hibah untuk program 3 juta rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana akan membangun hunian vertikal sebanyak 140 ribu unit.
Pendiri Grup Lippo Mochtar Riady mengungkapkan, alasannya memberikan lahan tersebut sebagai hibah dalam rangka mendukung program pemerintah.

“Kita mendukung ide-ide pemerintah,” ungkapnya di Kawasan Cikarang, Jawa Barat, dikutip Senin (9/3/2026).

Mochtar Riady mengaku, dalam pemberian lahan hibah ini, dirinya sebagai pelaku industri di sektor properti tidak melihat keuntungan dari segi bisnis melainkan mendukung untuk pertumbuhan ekonomi nasional dari kontribusi di sektor tersebut.

“Kita tak melihat benefit kita sndiri tapi kita melihat bahwa akan senang sekali melihat kita bisa dukung program pemerintah,” ungkapnya.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan bahwa lahan hinah dari Lippo Grup di kawasan Cikarang, Jawa Barat seluas lebih dari 30 hektare. Hal ini merupakan bentuk kerja sama antara pemerintah dan swasta dalam mengatasi backlog atau kebutuhan rumah masyarakat Indonesia.

“Tanah dana Hibah 30 hektare. Di sini (tanah) Rp15-20 juta, senilai kalau Rp15 juta Rp 4,5 triliun. Kalai Rp 20 juta (senilai) Rp 6 triliun,” tuturnya.

Nantinya, pembiayaan hunian MBR ini akan dilaksanakan melalui, subsidi APBN dan perbankan mulai dari bank Himbara hingga perbankan swasta dengan perpanjangan tenor hingga 30 tahun. “Kita naikan cicilan rakyat Indonesia adalah 30 tahun. Supaya rakyat cicilannya nggak berat,” sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, pembangunan hunian ini merupakan sejarah baru karena dalam satu proyek dapat menghasilkan 140 ribu unit.

Hal itu dapat menciptakan dampak perekonomian karena sektor perumahan atau properti memiliki dampak multiplier efek terhadap pertumbuhan perekonomian nasional.

“Kalau dibayangkan itu banyak sekali. Dan mulitiplier efek akan luar biasa dari penciptaan lapangan kerja, dari segi pemberdayaan masyarakat sekitar, dari peningkatan ekonomi, dan akan menjalankan roda perekonomian,” jelasnya.

“Pertumbuhan tak hanya di daerah sini di Jawa Barat tapi seluruh Indonesia. Ini akan dirasakan dampak bukan cuma kita tp 140 keluarga tapi seluruh rakyat Indonesia,” sebutnya.

Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menambahkan, latar belakang program hunian ini akan berdampak besar karena melibatkan lebih dari 180 bidang ekonomi terkait bisnis properti, konstruksi, dan perumahan.

“Ternyata industri perumahan multiplier efek dampak ekonomi kita bisa luar biasa. Berdampak 1,5-5 kali ada yg bilang 2 kali,” sebutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *