Home / Daerah / Hindari Macet Kota, KA Bandara YIA Diusulkan dari Stasiun Maguwo

Hindari Macet Kota, KA Bandara YIA Diusulkan dari Stasiun Maguwo

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Keluhan masyarakat yang kerap terlambat mengejar Kereta Api (KA) Bandara akibat kemacetan di pusat Kota Yogyakarta menjadi perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) DIY. Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemda DIY mengusulkan pengembangan layanan KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dengan memperpanjang relasinya hingga Stasiun Maguwo di sisi timur kota.

Usulan tersebut disampaikan delegasi Pemda DIY yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Ditjen Perkeretaapian) Kementerian Perhubungan dalam pertemuan di Jakarta pada Jumat (6/3). Langkah ini diharapkan memudahkan akses menuju bandara sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan transportasi terpadu di sisi timur Yogyakarta.
Saat ini, layanan KA Bandara YIA hanya melayani perjalanan dari Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Wates menuju Bandara YIA. Lokasi Stasiun Yogyakarta yang berada di pusat kota kerap membuat calon penumpang terjebak kemacetan saat hendak mengejar jadwal keberangkatan kereta.
Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan perpanjangan rute ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat, terutama yang berasal dari wilayah timur DIY. Dengan adanya pemberangkatan dari Stasiun Maguwo, penumpang tidak perlu lagi masuk ke pusat kota yang lalu lintasnya cukup padat.
“Usulan ini sebenarnya sudah diajukan oleh Pak Gubernur kepada Kementerian Perhubungan sejak 2023. Bahkan sudah ada studi awal terkait kemungkinan layanan KA Bandara ditarik ke arah timur, sehingga masyarakat dari wilayah timur tidak perlu masuk ke kota. Alhamdulillah, kami sudah bertemu dengan Pak Dirjen Perkeretaapian, dan responsnya positif,” ujar Ni Made saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (9/3).
Selain menjawab persoalan kemacetan, Ni Made mengungkapkan rencana ini juga membuka peluang pengembangan kawasan transportasi terpadu di sekitar Stasiun Maguwo. Pemda DIY menilai kawasan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi.
Menurut Ni Made, konsep ini juga tertuang dalam dokumen tata ruang daerah, di mana kawasan sekitar Stasiun Maguwo direncanakan menjadi simpul transportasi dengan fasilitas park and ride, yang terhubung dengan kereta api, bus Trans Jogja, serta akses menuju Bandara YIA.
“Harapannya ke depan ada investor yang tertarik mengembangkan kawasan ini. Infrastruktur sudah terintegrasi: ada kereta, Trans Jogja, dan akses bandara,” jelasnya.
Namun demikian, rencana pengembangan ini masih memerlukan kajian lebih lanjut sebelum dapat direalisasikan. Pemda DIY bersama pemerintah pusat berencana melakukan studi komprehensif yang diperkirakan dimulai pada 2027.
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menambahkan perluada rute KA Bandara hingga Stasiun Maguwo akan membantu mendistribusikan akses menuju bandara sehingga tidak hanya terpusat di tengah kota. “Dengan adanya layanan dari sisi timur, akses menuju bandara akan lebih merata, dan masyarakat memiliki pilihan lebih mudah untuk menggunakan transportasi publik,” kata Erni.
Menanggapi usulan tersebut, Ditjen Perkeretaapian pada prinsipnya menyatakan dukungan terhadap upaya peningkatan layanan transportasi publik di DIY. Namun, implementasi rencana ini masih memerlukan kajian mendalam terkait aspek operasional, kapasitas lintas, integrasi layanan, hingga kebutuhan penganggaran.
Sebagai langkah awal, Ditjen Perkeretaapian juga mengusulkan penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari sektor transportasi, pariwisata, hingga pelaku usaha dan calon investor. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas transportasi di DIY sekaligus mendorong pengembangan kawasan di sekitar Bandara Internasional Yogyakarta.
Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *