Home / Nasional / Prabowo Gelar Ratas untuk Bahas Swasembada Pangan hingga Energi

Prabowo Gelar Ratas untuk Bahas Swasembada Pangan hingga Energi

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) di kediamannya, Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Senin 9 Maret 2026. (Instagram/@sekretariat.kabinet)

 

Bogor,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri di kediamannya, Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojongkoneng, Hambalang, Kabupaten Bogor, Senin (9/3/2026).

Berdasarkan keterangan dari akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet pada Senin malam, rapat tersebut membahas sejumlah agenda strategis pemerintah. Salah satunya terkait program swasembada pangan dan swasembada energi.

“Mengevaluasi perkembangan program swasembada pangan dan swasembada energi, serta minyak,” tulis keterangan tersebut, dikutip Beritasatu.com.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global. Situasi internasional yang memanas, terutama akibat meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan pangan dan energi dunia.

Meski demikian, pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional tetap dalam kondisi aman. Indonesia bahkan disebut telah mencapai swasembada beras yang merupakan komoditas pangan utama masyarakat.

Merujuk data Kementerian Pertanian, cadangan beras nasional saat ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 324 hari ke depan. Perhitungan tersebut berasal dari jumlah stok sekitar 27,99 juta ton beras.

Jumlah tersebut terdiri dari 3,76 juta ton stok di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog), sekitar 12,50 juta ton stok yang berada di masyarakat, serta 11,73 juta ton padi siap panen (standing crop) di berbagai daerah.

Selain beras, pemerintah juga menargetkan dalam waktu dekat Indonesia mampu memenuhi kebutuhan protein secara mandiri, sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional.

Tidak hanya sektor pangan, rapat terbatas tersebut juga membahas percepatan program swasembada energi nasional. Presiden Prabowo meminta kementerian dan lembaga terkait mempercepat berbagai program strategis untuk mengurangi ketergantungan impor energi, terutama bahan bakar minyak (BBM).

Upaya ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kemandirian energi di tengah fluktuasi harga energi global.

Dalam kesempatan itu, kepala negara juga memastikan ketersediaan bahan pangan, pasokan BBM, hingga LPG dalam kondisi aman menjelang hari raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Rapat terbatas tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi pemerintah, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Turut hadir pula Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Pertahanan Siafrie Sjamsoeddin.

Selain itu, rapat juga diikuti Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *