Jakarta,REDAKSI17.COM – PRESIDEN Prabowo Subianto menyebut masih ada pejabat pemerintahan yang membuat dirinya kecewa. Kinerja para pejabat itu, kata dia, adalah salah satu alasan Indonesia mengalami banyak kesulitan.
Prabowo menyampaikan pandangannya soal pejabat pemerintahan itu saat meresmikan Jembatan Bailey di Aceh pada Senin, 9 Maret 2026. Prabowo sebelumnya membahas penanganan bencana dan pembangunan kembali pasca banjir dan longsor di Sumatera pada akhir tahun lalu.
Menurut Prabowo, dirinya menyadari bahwa bangsa Indonesia masih menghadapi banyak kendala dan kekurangan. “Kekurangan-kekurangan ini sesungguhnya adalah kekurangan dari para pejabat birokrat dan petugas,” kata dia dalam telekonferensi daring.
Di sisi lain, Prabowo berkata, terdapat para petugas yang bekerja dengan baik. Namun, dia berujar, masih ada unsur pimpinan yang mengecewakan karena kurang bertanggung jawab kepada bangsa dan negara.
Prabowo mengatakan kenyataan tersebut harus diakui. Menurut dia, pemerintah tidak boleh hanya berbicara hal-hal yang baik saja. “Ini harus kita akui, janganlah kita selalu bicara yang baik-baik, yang manis-manis,” tuturnya.
Prabowo menyebut ingin menyampaikan kekurangan itu karena saat ini dunia tengah dalam kondisi berbahaya. “Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia. Terutama di kawasan Timur Tengah,” ucap dia.
Karena itu, Prabowo menyatakan Indonesia harus memperbaiki tata kelola pemerintahan. “Saya tegaskan sekali lagi, bahwa kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat. Korupsi, penipuan dengan pengusaha-pengusaha nakal, ini yang mengakibatkan kekayaan kita banyak yang hilang untuk menghadapi bencana apapun,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo meresmikan 218 jembatan yang dibangun dalam waktu 2,5 bulan. Jembatan itu didirikan di berbagai wilayah terdampak bencana dan daerah terpencil di Indonesia.
Prabowo menyebut pembangunan jembatan adalah wujud kehadiran negara hingga ke wilayah paling kecil. Khususnya, kata dia, untuk masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses akibat bencana maupun kondisi geografis.
“Peresmian 218 jembatan yang telah dilaksanakan dalam waktu 2,5 bulan adalah suatu prestasi luar biasa,” kata Ketua Umum Partai Gerindra ini.





