Profesor Quraish Shihab. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta,REDAKSI17.COM – Cendekiawan muslim sekaligus mantan Menteri Agama, Quraish Shihab, menyampaikan doa khusus kepada Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Nuzululqur’an di Istana Negara Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Quraish Shihab menekankan kekuasaan pada hakikatnya merupakan takdir dari Tuhan yang harus digunakan untuk menyejahterakan rakyat.
Ia menyampaikan doa yang terinspirasi dari gurunya, Syekh Mutawalli Sya’rawi, seorang ulama besar asal Mesir. Menurutnya, sang guru pernah memanjatkan doa kepada presiden Mesir dengan menegaskan kekuasaan pada dasarnya bersumber dari Allah Swt.
“Saya ingin berdoa. Yang pertama, buat Bapak Presiden. Doanya dimulai dengan kalimat kekuasaan bersumber dari Tuhan. Tidak ada yang diberi kekuasaan kecuali atas kehendak Tuhan, baik penguasa itu jujur mengikuti tuntunan Tuhan maupun penguasa itu durhaka. Semua kekuasaan bersumber dari Tuhan,” kata Quraish Shihab.
“Baru beliau berkata, dan ini yang ingin saya doakan buat Bapak. Saya hanya bisa berdoa, kalau Yang Mulia adalah takdir kami rakyat dalam arti Tuhan mentakdirkan Yang Mulia untuk melakukan kegiatan yang menyejahterakan rakyat maka kami berdoa semoga kami dapat membantu Bapak,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Quraish Shihab berharap agar Presiden Prabowo senantiasa diberi pertolongan oleh Allah Swt dalam menjalankan amanah kepemimpinan, khususnya dalam menegakkan perdamaian dan keadilan di Indonesia.
“Kalau Bapak, kalau Yang Mulia, katanya, menjabat jabatan ini karena takdir untuk membantu menegakkan keadilan dan perdamaian, maka kami akan berdoa semoga Yang Mulia dibantu Tuhan dan kami akan ikut membantu. Itu doa kami kepada Bapak,” tambah Quraish Shihab.
Pada akhir ceramahnya, ulama ternama tersebut juga mengajak seluruh tamu yang hadir untuk memanjatkan doa bersama memohon kedamaian dengan doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
“Ya Allah, hidupkanlah kami dalam kedamaian dan masukkanlah kami kelak ke dalam surga-Mu, surga yang penuh dengan kedamaian. Wahai Tuhan, penyandang kemuliaan dan keagungan. Amin, amin, amin, ya rabbal alamin,” tutupnya.





