Jakarta,REDAKSI17.COM -Market Overview Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (12/3) di zona negatif setelah turun 0,37% ke level 7.362,12. Pergerakan indeks dipengaruhi penguatan beberapa saham besar seperti DCII, BBCA, dan BMRI yang menjadi penopang utama.
Di sisi lain, saham BREN, DSSA, dan BRMS menjadi penekan pergerakan indeks pada sesi perdagangan tersebut. Aktivitas investor asing menunjukkan aliran dana masuk dengan nilai beli bersih sekitar Rp 905,27 miliar di pasar reguler dan sekitar Rp1 triliun jika dihitung di seluruh pasar.
Dari sisi sektoral, delapan dari sebelas sektor ditutup melemah. Sektor cyclical mencatat penurunan terdalam sebesar 2,04%, sementara sektor transportasi justru menjadi sektor dengan kenaikan paling tinggi sebesar 1,26%.
Sentimen global turut memengaruhi pergerakan pasar. Bursa saham Amerika Serikat kompak berakhir di zona merah, dengan indeks Dow Jones turun 1,56% ke 46.677, S&P 500 melemah 1,52% menjadi 6.672, dan Nasdaq terkoreksi 1,78% ke 22.311. Kekhawatiran pasar meningkat setelah muncul ancaman serangan Iran terhadap kapal tanker minyak yang melintas di Selat Hormuz.
Situasi ini memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi global dan mendorong harga minyak Brent melonjak 10,40% ke US$101,60 per barel. Seiring kondisi tersebut, indeks ETF Indonesia EIDO turun 1,92%, sementara indeks MSCI Indonesia cenderung bergerak stabil.
Berita Emiten
Bank Jago (ARTO)
ARTO melaporkan peningkatan laba bersih setelah pajak sebesar 115% menjadi Rp 276 miliar pada 2025, dibandingkan Rp 129 miliar pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspansi penyaluran kredit yang meningkat 38% menjadi Rp 24,30 triliun dari Rp 17,70 triliun pada 2024.
Perseroan menyebut kolaborasi dengan berbagai mitra strategis serta pengembangan layanan pinjaman Jago Dana Cepat menjadi salah satu pendorong peningkatan penyaluran kredit.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga juga meningkat 38% menjadi Rp25,90 triliun dibandingkan Rp18,80 triliun pada tahun sebelumnya. Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah bruto (gross NPL) di level 0,6%.
Jumlah nasabah Bank Jago juga terus bertambah. Sepanjang 2025, jumlah nasabah meningkat hampir 3 juta menjadi sekitar 18,2 juta nasabah, dari sebelumnya 15,3 juta nasabah pada 2024.
Bank Central Asia (BBCA)
BBCA memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 41,3 triliun untuk tahun buku 2025 atau setara Rp 336 per saham. Nilai tersebut mencerminkan dividend payout ratio sebesar 72% dari laba bersih perseroan, sedangkan sisanya dialokasikan sebagai laba ditahan guna mendukung penguatan permodalan.
Ke depan, BCA juga merencanakan pembagian dividen interim hingga tiga kali dalam setahun mulai tahun buku 2026 yang dijadwalkan setiap kuartal. Dalam jangka pendek, pergerakan saham BBCA disebut masih berpotensi menguji area sekitar Rp 6.675.
Rekomendasi Saham Hari Ini
OILS – Buy 248-254 | TP 260-268 | SL 236
OILS
Transaksi di sini
Powered by
ESSA – Buy 735-755 | TP 770-785 | SL 700
ESSA
Transaksi di sini
Powered by
SRTG – Buy 1550-1560 | TP 1590-1615 | SL 1480
SRTG
Transaksi di sini
Powered by
ICBP – Buy 7500-7550 | TP 7700-7850 | SL 7100
ICBP
Transaksi di sini
Powered by
MEDC – Buy 1715-1725 | TP 1760-1805 | SL 1620
MEDC
Transaksi di sini
Powered by
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.





