BANGKALAN,REDAKSI17.COM – Akses jalan kabupaten yang menghubungkan lima desa di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur mengalami kerusakan parah akibat longsor. Kondisi tersebut mengancam kelancaran aktivitas masyarakat, sekaligus berpotensi memutus jalur utama yang selama ini menjadi penghubung antardesa.
Longsor terjadi di jalan poros kabupaten yang menghubungkan Desa Paterongan, Daleman, Tellok, Blateran dan Kelbung. Material tanah ambles sepanjang 30 meter dengan ketinggian mencapai lima meter. Jalan tersebut menjadi jalur utama warga untuk bekerja, bersekolah dan mengangkut hasil pertanian.
Menindaklanjuti laporan warga, anggota DPRD Kabupaten Bangkalan dari Partai Perindo Muhammad Mosleh turun langsung ke lokasi, kemarin. Dari hasil peninjauan, dia menilai longsor dipicu kondisi tanah yang labil dan terus bergeser akibat tingginya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir.
“Tidak stabilnya tanah menyebabkan pergeseran. Kondisi ini dipengaruhi oleh curah hujan yang cukup tinggi,” ungkap Muhammad Mosleh yang duduk di Komisi III DPRD Kabupaten Bangkalan, Rabu (17/6/2026).
Retakan tanah, kata Mosleh, terus berkembang hingga merambat ke badan jalan yang sebelumnya juga pernah mengalami perbaikan. Kondisi tersebut sangat mendesak karena berpotensi mengganggu mobilitas warga di lima desa yang selama ini bergantung pada jalur tersebut.
Karena itu, Ketua DPD Partai Perindo Bangkalan ini melakukan penanganan darurat secara swadaya agar kerusakan tidak semakin meluas dan akses masyarakat tetap dapat digunakan. Menurutnya, langkah cepat diperlukan karena proses penganggaran pemerintah membutuhkan waktu yang tidak singkat.
“Menunggu penganggaran tentu harus melalui prosedur dan proses yang memakan waktu. Karena ini sangat urgent dan menyangkut kebutuhan masyarakat, kami melakukan perbaikan secara swadaya agar akses jalan tetap bisa digunakan warga,” tutur Mosleh.
Dia menegaskan, perbaikan darurat dilakukan untuk menjaga konektivitas lima desa agar aktivitas ekonomi, pendidikan dan mobilitas masyarakat tidak terganggu. Baginya, keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama selama proses penanganan berlangsung.
“Butuh segera diperbaiki, sebab jalan ini merupakan akses utama yang dilalui warga setiap hari. Yang kami kejar saat ini adalah bagaimana masyarakat bisa melintas dengan aman. Saat ini masih berlangsung perbaikannya,” terang Mosleh.




