Yogyakarta,REDAKSI17.COM – POLITIKUS Sepuh Indonesia, Amien Rais, juga menyinggung pengaruh Mantan Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo terhadap rezim Prabowo Subianto.
Dalam video terbaru yang dia bagikan ke media sosial, Amien Rais menyinggung soal pelanggaran kedaulatan di Morowali, baik itu terkait eksploitasi kekayaan alam berupa nikel hingga pelanggaran kedaulatan yang ramai pada akhir 2025 lalu.
Awalnya, Amien temuan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat melakukan inspeksi di Morowali pada November tahun lalu. Menurut Amien, temuan adanya bandara yang beroperasi tanpa perangkat negara seperti imigrasi, bea cukai, serta aparat keamanan menunjukkan adanya anomali yang tidak boleh dibiarkan.
Ia mengutip kekhawatiran Menhan terkait munculnya fenomena “state within a state” atau negara di dalam negara.
Tak hanya itu, Amien juga menyoroti pengelolaan sumber daya alam, khususnya nikel di Morowali, Sulawesi. Ia menuding telah terjadi eksploitasi besar-besaran yang menguntungkan pihak asing.
“Anehnya Presiden Prabowo diam membisu. Belum pernah saya dengar pendapatnya tentang kasus penghinaan China pada Indonesia maupun soal penggarongan sumber daya alam kita,” ujar Amien.
“Kenapa Anda tidak mengambil tindakan atas penggarongan sumber daya alam Indonesia secara terang-terangan? Apakah Anda masih takut sama wong Solo?” kata Amien, diduga merujuk pada mantan Presiden Joko Widodo.
Amien meyakini sebagian masyarakat memiliki pandangan serupa, terutama setelah berbagai temuan yang muncul dari hasil inspeksi pemerintah di kawasan industri Morowali.
Amien juga menilai pemerintahan Prabowo terkesan lamban dalam mengambil keputusan terhadap persoalan-persoalan besar yang menyangkut masa depan rakyat. Ia menduga Presiden Prabowo masih mempertimbangkan pengaruh dan pandangan Jokowi dalam sejumlah kebijakan strategis.
Di akhir pernyataannya, Amien menilai yang dibutuhkan saat ini adalah “fighting cabinet”, yakni kabinet yang bekerja keras, serius, dan berorientasi pada penyelesaian masalah rakyat, bukan kabinet yang terkesan lembek dan jauh dari denyut kehidupan masyarakat.





