Jakarta,REDAKSI17.COM – Ketua Joman Andi Azwan menilai Jokowi tidak senang dengan pernyataan Ketua Projo Budi Arie soal percepatan Pemilu sebelum 2029. “Pak Jokowi diam, menunduk. Apakah Pak Jokowi senang dengan perkataan itu? Tidak senang,” ujarnya dalam program Bola Liar Kompas TV, Jumat (28/8/2026).
Andi menegaskan Jokowi tetap mendukung Prabowo-Gibran hingga akhir masa tugasnya. “Tidak boleh di-framing lagi dan dikatakan ada pecah kongsi,” katanya. Ia menyebut Jokowi sangat menghormati Prabowo.
Pengamat politik Efriza dari Citra Institute juga menduga Jokowi tidak nyaman dengan pernyataan Budi. Ia menyoroti gestur Jokowi yang tampak tegang, menunduk, dan meminum teh saat Budi berbicara. “Apa yang dilakukan Budi Arie itu offside, dan tidak respek Pak Jokowi,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).
Menurut Efriza, sikap diam Jokowi mencerminkan gaya politik Jawa yang tidak frontal menunjukkan ketidaksukaan. Namun, ia menilai pernyataan Budi bisa mengganggu misi Jokowi mendukung Prabowo-Gibran dua periode.
Efriza menambahkan, Jokowi kemungkinan akan lebih berhati-hati bersama Projo setelah kegaduhan ini. “Projo offside, membuat kegaduhan, dan tidak nyaman bagi keinginan Pak Jokowi,” katanya.
Apakah menurut Anda pernyataan Budi Arie ini sekadar salah ucap yang sudah diklarifikasi, atau benar-benar bisa memengaruhi hubungan Jokowi dengan Prabowo dan arah dukungan politik ke depan?





