Beranda / Politik / PDI-P Dilema Jelang Pilpres 2029 : Antara Ahok, Pramono Atau Ganjar

PDI-P Dilema Jelang Pilpres 2029 : Antara Ahok, Pramono Atau Ganjar

Jakarta,REDAKSI17.COM – PDI Perjuangan (PDIP) disebut memiliki sejumlah kader yang berpotensi disiapkan menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Tiga nama yang kembali mencuat adalah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Pramono Anung, dan Ganjar Pranowo.
Hal tersebut tergambar dalam unggahan akun Instagram Gerakan Politik yang menyoroti posisi PDIP menuju kontestasi politik 2029. Dalam grafis tersebut, ketiganya disebut memiliki pengalaman memimpin daerah, rekam jejak, serta basis politik yang dapat menjadi modal untuk bertarung di tingkat nasional.
Ahok merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta dan saat ini tercatat sebagai kader PDIP. Namanya kembali diperbincangkan dalam bursa Pilpres 2029. Pengamat politik Adi Prayitno sebelumnya juga menyebut Ahok sebagai salah satu figur PDIP yang berpeluang dipertimbangkan, bersama Pramono Anung, Puan Maharani, dan Ganjar Pranowo.
Sementara Pramono Anung kini menjabat Gubernur DKI Jakarta. Pengalaman panjangnya di pemerintahan, termasuk sebagai Sekretaris Kabinet, membuat namanya dinilai memiliki modal politik untuk dipertimbangkan menuju Pilpres 2029. Peneliti senior Citra Institute Efriza bahkan menyebut Pramono sebagai salah satu nama rasional yang dapat dipertimbangkan PDIP.
Adapun Ganjar Pranowo masih menjadi salah satu figur nasional PDIP yang memiliki pengalaman sebagai Gubernur Jawa Tengah dan pernah menjadi calon presiden pada Pilpres 2024. Namanya juga masih masuk dalam sejumlah pembahasan mengenai peta kandidat 2029. Dalam dinamika internal Pilkada Jakarta 2024, Ganjar bahkan pernah mengungkap bahwa dirinya sempat mendorong Ahok sebagai kandidat PDIP sebelum akhirnya partai memilih Pramono Anung-Rano Karno.
Meski demikian, belum ada keputusan resmi PDIP yang menetapkan Ahok, Pramono, maupun Ganjar sebagai calon presiden 2029. Bahkan, sejumlah pengamat menilai PDIP masih memiliki banyak skenario, termasuk kemungkinan menggandeng figur dari luar partai. Efriza menyebut kombinasi seperti Anies-Ahok, Anies-Ganjar, hingga Pramono dengan tokoh nasional non-PDIP masih mungkin terjadi.
Dengan Pilpres 2029 yang masih beberapa tahun lagi, pertarungan internal untuk menentukan figur yang paling kuat diprediksi akan semakin menarik. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah PDIP memiliki stok kader potensial, melainkan siapa yang akhirnya mendapat tiket dari Megawati untuk bertarung di Pilpres 2029?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *