Beranda / Nasional Dan Internasional / AS Singgung Peluang Fasilitas Nuklir Iran Diperiksa IAEA

AS Singgung Peluang Fasilitas Nuklir Iran Diperiksa IAEA

Gedung reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr, selatan Iran. (AP Photo/Vahid Salemi)

Washington,REDAKSI17.COM – Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, menyampaikan Iran berencana mengundang Badan Energi Atom Internasional atau  International Atomic Energy Agency (IAEA) untuk melakukan inspeksi terhadap fasilitas nuklirnya.

Menurut laporan Azeri Press Agency, Jumat (19/6/2026) yang mengutip dari AP menyebutkan, Witkoff telah menyampaikan informasi tersebut kepada sejumlah anggota parlemen, termasuk para pemimpin kongres dan komite keamanan nasional AS.

Ia menjelaskan, rencana tersebut merupakan bagian dari nota kesepahaman antara AS dan Iran. Dokumen itu disebut juga menyertakan surat tambahan yang disusun antara Teheran dan IAEA.

Menurut sumber yang dikutip dalam laporan tersebut, surat itu akan ditujukan kepada Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi, yang nantinya akan memungkinkan pengiriman inspektur ke fasilitas nuklir Iran.

Sebelumnya, pada November 2025, IAEA melaporkan pihaknya belum dapat memverifikasi status cadangan uranium Iran secara penuh setelah serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran oleh Israel dan AS pada 22 Juni 2025. Hal ini tertuang dalam laporan rahasia IAEA yang diedarkan kepada negara-negara anggota dan dirilis pada Rabu (12/11/2025).

Dalam laporannya, IAEA menyebut kehilangan kontinuitas informasi terkait inventaris bahan nuklir yang sebelumnya disebut Iran ada di sejumlah fasilitas nuklir yang terdampak perang.

Badan pengawas nuklir di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu juga menyatakan akses mereka ke fasilitas nuklir Iran telah berkurang selama lima bulan terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan proses verifikasi standar pengawasan nuklir mengalami keterlambatan.

Dalam laporan terakhirnya pada September 2025, IAEA mencatat Iran memiliki cadangan uranium sebanyak 440,9 kilogram yang diperkaya hingga kemurnian 60% alias secara teknis hanya sedikit lagi dari level kemurnian 90%, yakni tingkat yang dipakai untuk pengembangan senjata nuklir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *