Beranda / Ekonomi dan Bisnis / BI Rate Naik Bikin IHSG & Rupiah Bangkit, Semoga Nggak Loyo Lagi!

BI Rate Naik Bikin IHSG & Rupiah Bangkit, Semoga Nggak Loyo Lagi!

Jakarta,REDAKSI17.COM – Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,5%. BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan alasan menaikkan BI Rate secara tiba-tiba dilatarbelakangi oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang semakin dalam. Pelemahan rupiah diakui melebihi proyeksi BI.

“Dalam berbagai evaluasi hari ini kita melihat, lho kok pelemahan rupiah melebihi yang kita proyeksikan dulu,” ucap Perry usai menghadiri rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (9/6/2026).

Dengan keputusan itu, BI berharap nilai tukar rupiah bisa stabil bahkan menguat. Selain itu, kenaikan BI Rate diharapkan bisa menarik investasi asing, mengingat belakangan terjadi arus modal keluar (outflow) dari investor asing.

“Kenaikan BI Rate ini untuk menarik masuknya investasi portfolio asing karena sejak April-Mei itu SBN-SRBI outflow sehingga kita perlu menaikkan BI Rate agar rupiahnya menguat, stabil dan inflasinya dan inflasinya tahun depan tetap dalam sasaran,” terang Perry.

Kebijakan BI tersebut mendapat sambutan positif pemerintah. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menilai keputusan BI menaikkan suku bunga acuan merupakan langkah tepat. Ini bertujuan menjaga stabilitas ekonomi dan merespons gejolak pasar.

Menurut Airlangga, respons pasar terhadap kebijakan BI positif. Ini terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali berada di zona hijau serta nilai tukar rupiah yang mulai menguat.

“BI rate itu naik karena mengutamakan kestabilan. Dengan BI rate naik, kelihatan respons daripada IHSG juga baik, masuk dalam green zone. Kemudian Rupiah juga sedikit menguat,” ujar Airlangga di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).

Sebagai informasi, pada penutupan perdagangan Selasa (9/6/2026), IHSG menguat 404,51 poin ke level 5.746,64 atau menguat 7,52%.
Rupiah juga menguat terhadap Dolar AS. Dikutip dari Bloomberg, mata uang Paman Sam turun 129,50 poin ke level Rp 18.058.

Jaga Stabilitas Ekonomi
Airlangga menambahkan, stabilitas ekonomi menjadi prioritas utama pemerintah. Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat, baik dari sisi ekspor maupun indikator makroekonomi.

“Jadi respons dari pasar terhadap stabilisasi dari BI rate ini cukup baik. Oleh karena itu, tentu kita terus mengutamakan stabilisasi dari ekonomi, karena ekonomi kan memang dasarnya juga kuat ya, baik dari segi ekspor, dari segi makro,” terang Airlangga.

Menanggapi anggapan bahwa kenaikan BI rate dilakukan secara terburu-buru karena diputuskan di luar jadwal, Airlangga menepis hal tersebut.

Menurutnya, kenaikan BI rate justru menunjukkan Indonesia responsif dalam menghadapi gejolak dan ketidakpastian di pasar keuangan.

“Karena ini memang membutuhkan, market membutuhkan signal yang kuat. Kenaikan BI rate 25 basis point itu market melihat Indonesia responsif terhadap gejolak ataupun situasi yang ada sekarang,” jelas Airlangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *