Jetis,REDAKSI17.COM – Cultural Fun Walk menjadi ruang temu budaya yang hidup di jantung Kota Yogyakarta pada Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini mengajak masyarakat menyusuri rute dari Tugu Yogyakarta hingga Pasar Beringharjo dengan balutan busana tradisional, menghadirkan nuansa kebudayaan yang kental di ruang publik.

Langkah-langkah peserta yang mengenakan kebaya, kain, dan sorjan tidak sekadar menjadi atraksi visual, tetapi juga simbol komitmen dalam merawat tradisi dan merayakan identitas lokal. Kegiatan ini menegaskan bahwa budaya tidak hanya untuk dikenang, melainkan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan Cultural Fun Walk menjadi momentum reflektif yang mengaitkan berbagai peringatan penting seperti Hari Kartini, Hari Pendidikan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional, hingga Hari Buruh.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan.

Menurutnya, kegiatan berbasis budaya seperti ini dapat menjadi wahana atensi destinasi yang memperkuat daya tarik kota sekaligus menjaga keberlanjutan nilai-nilai kearifan lokal.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga bentuk penguatan identitas budaya yang bisa dinikmati warga maupun pengunjung. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi daya tarik khas Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Peserta Cultural Fun Walk Kota Yogyakarta.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menjelaskan peserta Cultural Fun Walk berasal dari beragam komunitas yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya. Mulai dari komunitas berkebaya, berkain, sastra-bahasa, museum, hingga komunitas pria bersorjan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Ini memang melibatkan banyak komunitas budaya. Selain memaknai rangkaian peringatan seperti Kartini, Pendidikan Nasional, dan Kebangkitan Nasional, kami ingin menegaskan bahwa Yogyakarta sebagai kota budaya harus terus bergerak dengan aktivitas berbasis kearifan lokal,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meskipun dikemas dalam bentuk jalan santai, Cultural Fun Walk tetap dirancang untuk menampilkan identitas khas Yogyakarta. Peserta tidak hanya berjalan, tetapi juga menikmati suasana dengan penuh kegembiraan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diusung.

Cultural Fun Walk Kota Yogyakarta.

Salah satu peserta, Astuti dari Komunitas Baju Lurik Jogja, mengaku kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan lintas komunitas. Ia telah bergabung dalam komunitas tersebut selama kurang lebih dua tahun dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial maupun budaya.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita jadi merasa lebih bersatu. Komunitasnya juga banyak, jadi bisa saling kenal dan memperkuat kebersamaan,” ujarnya.

Cultural Fun Walk pun tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga medium interaksi sosial dan edukasi budaya yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu ruang yang inklusif. Di tengah arus modernisasi, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa identitas budaya tetap relevan ketika dihidupkan bersama.