JAKARTA,REDAKSI17.COM – Destry Damayanti, Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), telah menghadap kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta pada Senin (28/7).
Dalam pertemuan itu, Destry datang bersama pimpinan lembaga negara lain yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
“Jadi intinya adalah ke depan bagaimana KSSK terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama, khususnya terkait dengan kebijakan-kebijakan yang harus kita koordinasikan,” kata Destry, usai mengikuti rapat terbatas.
Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, Destry saat ini memimpin BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan gubernur bank sentral.
Berdasarkan pertemuan dengan presiden, Destry mengaku belum ada rekomendasi kandidat dari pemerintah untuk calon Gubernur BI yang baru, untuk selanjutnya diajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
“Belum-belum tadi, kita mengikuti saja aturan yang berlaku,” imbuh Destry, yang sebelumnya telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior di BI.
Sementara itu merespons pelemahan nilai tukar rupiah dan pasar saham pada awal pekan ini, menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo, Destry menegaskan agar pelaku pasar tidak perlu panik.
Alasannya, kata Destry, BI akan tetap menjalankan kebijakan seperti sebelumnya. “Jadi stance kebijakan kami tidak berubah, bahwa stabilitas nilai tukar akan tetap menjadi kunci,” imbuhnya.
Selain itu, Destry menegaskan BI akan tetap melanjutkan operasi moneter dan intervensi rupiah di pasar spot dan Non Delivery Forward (NDF) domestik maupun luar negeri.
“Tentunya di satu sisi juga kebijakan kami yang bersifat untuk pro-growth akan kami teruskan melalui kebijakan makroprudensial,” jelas Destry, dengan menekankan langkah ini sesuai keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan terakhir.
Pada RDG bulan ini, dewan gubernur sepakat menahan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 5,75%, tak berubah dari bulan sebelumnya. Sebelumnya bank sentral telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 100 basis poin sejak awal tahun, seiring pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai rekor terendah sepanjang sejarah.




