Beranda / Olahraga / Dihukum Satu Musim Tanpa Penonton, Ini Sikap Persipura

Dihukum Satu Musim Tanpa Penonton, Ini Sikap Persipura

Foto: Ricuh usal laga Persipura Jayapura Vs Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe. (Dok. Istimewa)

Jakarta,REDAKSI17.COM – Persipura Jayapura dihukum berat oleh Komite Disiplin PSSI. Tim berjulukan Mutiara Hitam itu mengeluarkan pernyataan sikapnya.
Persipura menghadapi Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, dalam playoff promosi ke Super League. Laga itu dimenangkan Adhyaksa dengan skor 1-0.

Suporter yang kecewa atas kekalahan Persipura memicu kericuhan. Sejumlah pendukung masuk ke lapangan, merusak fasilitas stadion, hingga membakar kendaraan yang terparkir di sekitar area stadion.

Komite Disiplin PSSI memberikan sanksi kepada Persipura atas kerusuhan selepas laga tersebut. Persipura dilarang bertanding dengan penonton dalam laga kandang selama semusim 2026/2027.

“Kami memahami bahwa disiplin, keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi FIFA dan PSSI merupakan bagian penting dalam membangun sepakbola Indonesia yang lebih baik dan profesional,” bunyi pernyataan Persipura.

Pihak klub merasa bahwa hukuman tanpa penonton di laga kandang bukan sebuah solusi. Persipura menekankan edukasi dan solusi terkait ulah buruk suporter.

“Yang tidak kalah penting ke depannya adalah edukasi dan sosialisasi berkelanjutan kepada para suporter, pendukung, serta penonton secara umum – membangun kesadaran yang lebih baik tentang bagaimana mendukung tim secara bertanggung jawab, menghormati regulasi, menjaga ketertiban, serta saling menjaga satu sama lain selama pertandingan berlangsung. Budaya disiplin dalam sepakbola tidak dapat dibangun hanya melalui hukuman semata, tetapi juga melalui pembinaan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama.”

“Persipura percaya bahwa para pendukung memiliki kecintaan dan semangat yang besar terhadap klub ini. Dengan arahan yang tepat, koordinasi yang lebih baik, serta rasa tanggung jawab bersama, kami percaya kita dapat menciptakan atmosfer sepakbola yang lebih sehat, aman, tertib, dan disiplin, yang benar-benar mencerminkan semangat sepakbola Indonesia.”

Hukuman tanpa suporter tentu bakal memberatkan Persipura dalam mengarungi musim 2026/2027. Klub dipastikan tidak akan ada pemasukan dari penjualan tiket dan hal itu bisa berpotensi membuat sponsor sulit masuk.

“Sebagai bagian dari solusi ke depan, kami juga berharap PSSI dapat bersama-sama dengan klub melakukan pengawasan, pendampingan, serta program sosialisasi yang lebih aktif kepada suporter dan penonton secara umum. Kami percaya pendekatan kolaboratif seperti workshop bersama, edukasi rutin, forum komunikasi, dan pembinaan langsung kepada komunitas suporter dapat menjadi langkah positif dalam membangun budaya sepakbola Indonesia yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.”

“Kami berharap momentum ini dapat menjadi bahan refleksi dan perbaikan bagi seluruh pihak – klub, suporter, penyelenggara, maupun seluruh pemangku kepentingan – agar sepakbola Indonesia dapat terus berkembang dengan kedewasaan, persatuan, profesionalisme, serta budaya suportif yang lebih baik di masa depan,” tutup pernyataan Persipura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *