Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti secara resmi membuka Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) DIY Tahun 2026 pada Sabtu (01/08). Diklat yang diikuti oleh 38 siswa-siswi terpilih dari lima kabupaten/kota di DIY tersebut, akan berlangsung selama 20 hari hingga 20 Agustus mendatang.
Bertempat di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) DIY, dalam sambutan Wakil Gubernur DIY yang dibacakan Ni Made, para calon Paskibraka diajak menjadikan masa pemusatan sebagai kawah pembentukan diri. Melalui proses tersebut, mereka diharapkan tidak hanya siap mengemban tugas mengibarkan Sang Merah Putih, tetapi juga menjaga martabat bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
Ni Made menyampaikan bahwa terpilih menjadi calon Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang membawa tanggung jawab. Selama mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan, para calon Paskibraka akan ditempa menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, berkarakter, serta memiliki semangat cinta tanah air. Karena itu, para calon Paskibraka DIY 2026 diminta untuk menjalani seluruh proses dengan sungguh-sungguh.
“Patuhi arahan para pelatih dan pembina. Jaga kesehatan, kekompakan, serta nama baik diri, keluarga, sekolah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Ni Made.
Ni Made pun mengingatkan, bendera Merah Putih yang kelak akan dikibarkan bukan hanya kain yang naik di tiang tertinggi. Di dalamnya ada doa para pendiri bangsa, pengorbanan para pahlawan, dan harapan jutaan rakyat Indonesia.
“Karena itu, tegakkan langkah. Jernihkan niat. Latih tubuh, kuatkan mental, dan muliakan sikap. Selamat berlatih. Tunjukkan yang terbaik untuk diri, keluarga, sekolah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Republik Indonesia,” pungkas Ni Made.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY, Lilik Andi Aryanto melaporkan, penyelenggaraan Pemusatan Diklat Calon Paskibraka DIY Tahun 2026 bertujuan tak hanya untuk mengarusutamakan Pancasila dalam badan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika oleh Paskibraka yang merupakan putra dan putri terbaik bangsa. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menguatkan pembinaan kepemimpinan, keterampilan, dan kedisipinan yang menjunjung nilai kebangsaan, cinta tanah air, persatuan dan kesatuan, dan peningkatan wawasan kebangsaan.
“Selain itu, untuk membentuk penerus perjuangan bangsa dan calon pemimpin bangsa yang memiliki karakteristik jiwa dan semangat Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945; menanamkan dan menumbuhkan semangat patriotisme dan nasionalisme; serta menciptakan agen perubahan dalam melestarikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Lilik.
Lilik menjelaskan, pendidikan dan pelatihan berlangsung pada 1–20 Agustus 2026 dengan sistem berasrama. Selama pemusatan, para calon Paskibraka akan menjalani pembentukan sikap dan perilaku di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) DIY, latihan baris-berbaris dan tata upacara di Lapangan Monumen Pancasila, serta rangkaian gladi kotor, gladi bersih, hingga pelaksanaan Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan Yogyakarta. Adapun pengukuhan Paskibraka akan dilaksanakan di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan Yogyakarta.
Sebanyak 38 calon Paskibraka mengikuti pendidikan dan pelatihan tahun ini, yang terdiri atas 19 putra dan 19 putri. Mereka didampingi 11 pelatih dari unsur Korem 072/Pamungkas, Denpom, Lanud Adisutjipto, Lanal Yogyakarta, Brimob Polda DIY, dan Polda DIY, serta 17 pamong dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) DIY. Selain itu, para peserta juga akan menerima pembekalan dari narasumber yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi, Keraton Yogyakarta, dan Kadipaten Pakualaman.
Humas Pemda DIY




