Namun, bagi Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali, capaian itu belum cukup untuk dirayakan. Saat dimintai tanggapan terkait hasil survei tersebut, Ahmad Ali menilai angka 4,1 persen masih jauh dari target yang ingin dicapai partainya.
“Kalau melihat angka 4,1 persen, tentu kami bersyukur karena ada pertumbuhan kepercayaan publik kepada PSI. Tetapi bagi kami, itu masih terlalu kecil. Target kami menang besar. Karena itu kerja partai tidak boleh berhenti pada hasil survei,” kata Ahmad Ali.
Menurutnya, dinamika politik nasional saat ini sedang bergerak ke arah yang berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Pemilih semakin rasional dalam menentukan pilihan politik. Faktor figur masih penting, namun publik mulai menaruh perhatian lebih besar pada kapasitas partai dalam menghadirkan solusi atas persoalan sehari hari.
Ahmad Ali melihat kondisi tersebut sebagai peluang sekaligus tantangan bagi PSI. Di satu sisi, ruang pertumbuhan masih terbuka lebar. Di sisi lain, setiap partai dituntut mampu membangun kedekatan yang nyata dengan masyarakat.
“Lanskap politik hari ini sangat kompetitif. Publik memiliki banyak pilihan. Karena itu, tugas kami adalah memastikan PSI hadir dan bekerja di tengah masyarakat. Dukungan tidak datang karena slogan, tetapi karena kepercayaan yang dibangun melalui kerja yang konsisten,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa hasil survei harus dibaca sebagai instrumen evaluasi, bukan ukuran akhir dari kekuatan politik. Ahmad Ali mengingatkan bahwa banyak partai mengalami fluktuasi elektabilitas karena terlalu cepat merasa aman ketika angka survei mulai menunjukkan tren positif.
“Survei memberi gambaran tentang posisi kita hari ini. Tetapi pemilu ditentukan oleh kerja panjang. Yang kami lakukan sekarang adalah memperkuat struktur partai, memperluas konsolidasi kader, dan memastikan agenda PSI dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Di tengah persaingan politik yang semakin terbuka, Ahmad Ali menilai PSI memiliki modal untuk terus tumbuh. Kehadiran kader muda, energi perubahan, serta kemampuan partai beradaptasi dengan perkembangan zaman menjadi faktor yang diyakini dapat memperluas basis dukungan publik dalam beberapa tahun ke depan.
Meski demikian, ia menekankan bahwa seluruh jajaran partai harus menjaga fokus dan tidak terjebak dalam euforia.
“Saya selalu sampaikan kepada kader bahwa angka 4,1 persen tidak boleh membuat kita puas. Masyarakat menaruh harapan besar kepada partai politik yang mampu bekerja dan mendengar. Karena itu kami harus terus bergerak. Target kami jelas, menang besar dan menjadi kekuatan politik yang semakin relevan bagi masa depan Indonesia,” tegas Ahmad Ali.
Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana PSI memandang hasil survei sebagai titik awal untuk mempercepat konsolidasi politik. Di tengah meningkatnya fragmentasi pemilih dan tingginya tuntutan publik terhadap kualitas kepemimpinan politik, partai yang mampu menjaga kedekatan dengan masyarakat serta menghadirkan gagasan yang relevan berpeluang memperbesar pengaruhnya.
Bagi Ahmad Ali, angka 4,1 persen adalah sinyal positif, namun pertarungan politik yang sesungguhnya masih panjang dan membutuhkan kerja yang jauh lebih besar.




