Beranda / Ekonomi dan Bisnis / Emas Bertahan di $4.000, Jeda Serangan AS-Iran Tekan Harga Minyak

Emas Bertahan di $4.000, Jeda Serangan AS-Iran Tekan Harga Minyak

Jakarta,REDAKSI17.COM – Harga emas spot ditutup menguat tipis di sekitar .075,60 per troy ounce (sekitar Rp4,3 juta per gram), naik 0,59% dalam sesi Senin kemarin. Perak spot juga ikut menguat 0,45% ke ,29 per troy ounce. Momentum positif ini datang di tengah penurunan tajam harga minyak dunia setelah Amerika Serikat dan Iran sepakat pada jeda serangan sementara.

Minyak turun tajam, inflasi mereda sesaat

Jeda serangan antara AS dan Iran langsung berdampak ke pasar energi. Harga minyak Brent anjlok 6,3% ke ,87 per barel, sementara minyak mentah WTI AS turun 7,5% ke ,61 per barel. Penurunan harga minyak ini meredam tekanan inflasi berbasis energi, sehingga imbal hasil obligasi AS 10 tahun pun bergerak turun ke kisaran 4,6%. Bagi emas, ini sedikit lega — tapi belum cukup untuk membuka rally lebih lanjut.

Dua risiko besar: The Fed dan Hormuz

Yang membuat emas “tersandera” saat ini adalah dua faktor besar yang saling menarik. Pertama, keputusan FOMC (komite kebijakan moneter AS) yang dijadwalkan Rabu ini. Pasar memperkirakan ada kemungkinan kenaikan suku bunga 25 basis poin — dan selama The Fed belum memberi kejelasan, pembeli emas cenderung menahan diri. Suku bunga tinggi = dolar kuat = emas tertekan, begitu logikanya.

Kedua, Selat Hormuz masih belum normal. Jalur laut yang sebelum konflik menanggung sekitar 15 juta barel minyak per hari ini masih terganggu, memaksa produsen Teluk Persia mengandalkan jalur pipa alternatif yang kapasitasnya terbatas. Ini artinya risiko geopolitik terhadap emas belum hilang — hanya mereda sementara.

Bursa saham AS bergerak campur

Sentimen de-eskalasi mendorong sektor energi dan transportasi, tapi menekan sebagian saham teknologi. S&P 500 hanya naik kurang dari 0,1%, Dow Jones Industrial Average menguat 0,5%, sementara Nasdaq composite melemah 0,2%. Pergerakan terbatas ini mencerminkan betapa pasar masih wait-and-see menjelang keputusan The Fed.

Analisis teknikal: area kunci emas

Secara teknikal, emas perlu menembus zona resistansi .162–.214 untuk membuka peluang rally ke moving average 50 hari di .221 dan target selanjutnya di .382. Di sisi bawah, support pertama ada di .072, dengan risiko koreksi ke .959 jika sentimen memburuk.

Untuk investor emas jangka menengah, posisi emas di atas .000 tetap mencerminkan kuatnya permintaan safe haven — terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter global yang masih cair.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *