Home / Ekonomi dan Bisnis / FAST Masih Tekor Meski Pendapatan Stabil, ADRO Bagi Dividen Rp 262 per Saham

FAST Masih Tekor Meski Pendapatan Stabil, ADRO Bagi Dividen Rp 262 per Saham

Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam pada layar tablet

Jakarta,REDAKSI17.COM -Market Overview Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,17% ke level 7.634 pada perdagangan Jumat (17/4). Kenaikan indeks ditopang oleh penguatan saham BREN (+4,74%), ASII (+2,82%), dan BBRI (+0,59%). Sebaliknya, saham BBCA (-1,53%), DSSA (-0,91%), dan BRPT (-1,76%) menjadi penahan laju indeks.
Aktivitas investor asing masih menunjukkan tekanan jual dengan nilai bersih sekitar Rp 746,08 miliar di pasar reguler dan Rp 931,44 miliar secara keseluruhan.

Dari sisi sektor, mayoritas atau 7 dari 11 sektor ditutup di zona hijau. Sektor properti mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,98%, sedangkan sektor consumer cyclical mengalami penurunan terdalam sebesar 0,46%.

Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat kompak menguat. Indeks Dow Jones naik 1,79% ke level 49.447, S&P 500 bertambah 1,20% ke 7.126, dan Nasdaq menguat 1,52% ke 24.468.

Namun, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan geopolitik setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menyusul penyitaan kapal kargo berbendera Iran. Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi pergerakan pasar ke depan. Sementara itu, indikator offshore Indonesia bergerak bervariasi dengan ETF EIDO naik 1,97% dan MSCI Indonesia cenderung datar dengan koreksi tipis 0,08%.

Berita Emiten
PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST)
FAST masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp392,24 miliar sepanjang 2025, meski lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp798,24 miliar. Pendapatan tercatat relatif stagnan di Rp4,88 triliun atau naik tipis 0,11% secara tahunan. Di sisi lain, beban pokok penjualan berhasil ditekan 1,96% menjadi Rp1,99 triliun. Catatan ini memperpanjang tren kerugian perseroan yang telah berlangsung sejak 2020.

Untuk merespons kondisi tersebut, FAST melakukan penyesuaian operasional dengan menutup 25 gerai sehingga total gerai tersisa 690 pada 2025. Perseroan juga berupaya menjaga kinerja melalui optimalisasi portofolio produk dan penguatan menu utama sebagai strategi mempertahankan daya saing.

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
ADRO menetapkan dividen final sebesar Rp117 per saham. Dengan demikian, total dividen untuk tahun buku 2025 mencapai Rp262,14 per saham, termasuk dividen interim Rp145,14. Nilai total dividen yang dibagikan mencapai Rp7,57 triliun atau setara USD 447,5 juta.

Sepanjang 2025, ADRO mencatatkan pendapatan sebesar USD 1,87 miliar, turun 9,87% dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi utama masih berasal dari segmen pertambangan dan jasa pertambangan. Laba bersih juga mengalami penurunan signifikan sebesar 67,56% menjadi USD 447,69 juta, seiring pelemahan harga batu bara global. Meski kinerja menurun, perseroan tetap membagikan seluruh laba sebagai dividen. Adapun jadwal cum dividen ditetapkan pada 27 April, sementara pembayaran akan dilakukan pada 8 Mei.

Rekomendasi Saham Hari Ini
SCMA – Buy 300-308 | TP 314-320 | SL 284

SCMA
Transaksi di sini
Powered by

DKFT – Buy 805-820 | TP 840-860 | SL 760

DKFT
Transaksi di sini
Powered by

SMSM – Buy 1785-1795 | TP 1815-1840 | SL 1710

SMSM
Transaksi di sini
Powered by

BDMN – Buy 2530-2560 | TP 2620-2640 | SL 2440

BDMN
Transaksi di sini
Powered by

ACES – Buy 370-376 | TP 382-388 | SL 348

ACES
Transaksi di sini
Powered by

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *