Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Beberapa hari terakhir di media sosial dan chat grup WhatsApp beredar isu teror pocong jadi-jadian di beberapa wilayah Kulon Progo. Polisi memastikan kejadian tersebut tidak benar atau hoaks.
Dalam informasi yang beredar, sosok pocong tersebut disebut membawa senjata tajam dan mendatangi rumah warga. Adapun isu ini menyebar di kalangan warga Panjatan dan Galur.
Kasat Reskrim Polres Kulon Progo, Iptu Subihan Afuan Ardhi, mengatakan pihak kepolisian sampai saat ini belum menerima adanya laporan kejadian teror pocong.
“Sampai saat ini Polres Kulon Progo belum menerima laporan maupun menemukan adanya peristiwa pencurian dengan modus pocong di wilayah Galur maupun Panjatan,” kata Subihan saat dimintai konfirmasi wartawan, Senin (25/5/2026).
Ia menegaskan informasi yang beredar tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Diduga kabar itu merupakan kabar hoaks yang menyebar melalui media sosial.
“Informasi yang beredar tersebut masih belum terverifikasi dan diduga merupakan hoaks yang berkembang di masyarakat,” tegasnya.
Pihak kepolisian juga memastikan kabar penangkapan pemuda berpakaian pocong di TPR Glagah dua minggu lalu tidak benar. Subihan memastikan, meski tidak ada laporan, pihaknya tetap melakukan pemantauan.
“Walaupun belum ada laporan resmi terkait kejadian tersebut, kami tetap melakukan pendalaman dan pemantauan terhadap informasi yang beredar agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia memastikan situasi wilayah Kulon Progo sampai saat ini tetap kondusif meski ada isu teror pocong.
“Sementara masih aman dan terkendali. Patroli oleh pihak Polres dan Polsek terus ditingkatkan,” tegasnya.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan selalu mengecek kebenaran informasi yang beredar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tenang dan waspada serta tidak mudah percaya berita tidak benar yang berkembang,” pungkasnya.





