Home / Daerah / GKR Hemas: Penanggulangan Kanker Harus Jadi Gerakan Bersama

GKR Hemas: Penanggulangan Kanker Harus Jadi Gerakan Bersama

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Penyakit kanker pada hari ini, menjadi salah satu ujian kemanusiaan yang tidak sederhana. Tidak hanya hadir sebagai penyakit, tetapi juga sebagai tantangan sistemik. Untuk itu, pendekatan penanggulangan kanker harus bertransformasi menjadi gerakan bersama.

Demikian disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya pada Pengukuhan Pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten dan Kota se-DIY. Bertempat di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Rabu (29/04), Sri Sultan mengatakan, tantangan sistemik dari kanker saat ini meliputi keterlambatan diagnosis, kesenjangan akses layanan, serta rendahnya literasi kesehatan masyarakat.

“Berbagai kajian menunjukkan keterbatasan literasi kesehatan berkontribusi pada rendahnya partisipasi skrining, keterlambatan penanganan, hingga tingginya angka kematian akibat kanker, khususnya pada stadium lanjut. Karena itu, pendekatan penanggulangan kanker ke depan tidak dapat lagi hanya bertumpu pada layanan kuratif, tapi harus bertransformasi menjadi gerakan yang berbasis partisipasi masyarakat, penguatan literasi, serta perubahan perilaku yang berkelanjutan,” papar Sri Sultan.

Sri Sultan menuturkan, pengalaman global menunjukkan, masyarakat dengan literasi kesehatan yang baik memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk melakukan deteksi dini, memahami gejala sejak awal, serta patuh terhadap pengobatan. Sebaliknya, keterbatasan literasi justru memperlebar kesenjangan, terutama bagi kelompok rentan dan wilayah dengan akses terbatas.

“Di tengah tantangan tersebut, peran organisasi masyarakat, seperti Yayasan Kanker Indonesia menjadi sangat strategis. Tidak hanya sebagai penggerak kesadaran publik, tetapi juga sebagai ruang empati, ruang dukungan, dan ruang harapan,” imbuh Sri Sultan.

Dikatakan Sri Sultan, penanggulangan kanker bukan semata soal layanan kesehatan, tetapi juga soal empati, kepedulian, dan keberpihakan. Dan berbagai penelitian telah menunjukkan, organisasi non-profit memiliki kontribusi signifikan dalam memperluas akses layanan, memberikan dukungan psikososial, serta memperkuat kapasitas sistem kesehatan melalui edukasi dan advokasi.

“Pada kesempatan ini, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus lama Yayasan Kanker Indonesia Kabupaten dan Kota se-DIY, atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. Apa yang telah Saudara lakukan adalah bagian dari ikhtiar memuliakan kehidupan. Kepada para pengurus yang baru dikukuhkan, saya mengucapkan selamat mengemban amanah sekaligus panggilan kemanusiaan,” ungkap Sri Sultan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua YKI DIY, GKR Hemas mengatakan, menjadi pengurus YKI merupakan panggilan kemanusiaan yang membutuhkan komitmen, ketulusan, dan kerja bersama. YKI DIY telah 39 tahun bergabung dalam upaya penanggulangan kanker. Perjalanan panjang ini menunjukkan dedikasi yang luar biasa, namun juga harus disadari tantangan yang dihadapi masih sangat besar.

“Masih banyak pasien yang datang dalam kondisi terlambat penanganan, dan tidak sedikit pula yang mengalami hambatan dalam menjalani, maupun melanjutkan pengobatan. Karenanya saya ingin menegaskan kepada para pengurus YKI kabupaten/kota yang baru, fokus kerja ke depan harus semakin terarah dan terukur,” imbuhnya.

HUMAS DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *