Singapura,REDAKSI17.COM– Harga emas dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan Senin (20/7/2026) di tengah meningkatnya ketegangan perang di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak serta memicu kekhawatiran inflasi.
Di saat yang sama, sejumlah pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) kembali membuka peluang kenaikan suku bunga untuk meredam tekanan harga.
Berdasarkan data Reuters, harga emas spot tercatat berada di US$ 4.018,90 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus naik 0,1% menjadi US$ 4.023,10 per ons troi.
Sementara itu, harga perak spot naik 1,7% menjadi US$ 56,87 per ons troi. Harga platinum bergerak stabil di US$ 1.592,34 per ons troi, sedangkan paladium menguat tipis 0,1% menjadi US$ 1.249,25 per ons troi.
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 3% setelah AS melancarkan serangan terhadap Iran untuk hari kesembilan berturut-turut. Konflik tersebut juga meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pengiriman energi melalui Selat Hormuz, menyusul bertambahnya jumlah korban tewas dari pihak militer AS menjadi tiga orang.
Managing Director GoldSilver Central Brian Lan mengatakan perhatian pelaku pasar saat ini masih tertuju pada lonjakan harga minyak yang berpotensi memicu inflasi lebih tinggi sehingga menekan pergerakan harga emas.
“Perang masih berlangsung. Fokus pasar kini tertuju pada kenaikan harga minyak yang dapat memicu inflasi lebih tinggi sehingga menekan harga emas,” ujar Brian Lan, dikutip dari Reuters.
Meski demikian, ia menilai level US$ 4.000 per ons troi masih menjadi area psikologis yang kuat bagi emas.
“Level US$ 4.000 merupakan area penting dan menunjukkan masih ada dukungan terhadap harga emas ketika turun di bawah level tersebut,” katanya.
Kenaikan harga minyak dinilai meningkatkan ekspektasi inflasi sekaligus memperkuat peluang suku bunga tetap tinggi dalam waktu lebih lama. Kondisi tersebut cenderung membatasi penguatan emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Presiden Federal Reserve Cleveland Beth Hammack juga menambah daftar pejabat bank sentral AS yang menilai suku bunga kemungkinan masih perlu dinaikkan untuk mengendalikan inflasi. Pandangan tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu fokus pada rapat Federal Reserve berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli 2026.
Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 82%, meningkat dari 73% pada pekan lalu.
Senior Market Analyst OANDA Kelvin Wong mengatakan dalam jangka panjang prospek harga emas masih perlu dicermati. Menurutnya, apabila harga menembus level US$ 3.886 per ons troi, tekanan jual berpotensi membawa emas turun hingga mendekati US$ 3.500 per ons troi.




