Beranda / Ekonomi dan Bisnis / Harga Emas Naik 0,7% Setelah Trump Tunda Serangan Iran

Harga Emas Naik 0,7% Setelah Trump Tunda Serangan Iran

JAKARTA,REDAKSI17.COM – Harga emas menguat pada Senin (3/8/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda serangan baru terhadap Iran dan membuka peluang tercapainya kesepakatan yang dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah. Pergerakan tersebut turut menekan harga minyak lebih dari US$ 5 per barel dan sedikit mengurangi kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi serta suku bunga yang lebih tinggi.

Harga emas spot naik 0,7% menjadi US$ 4.067,06 per ons pada pukul 00.23 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat naik 0,9% menjadi US$ 4.065,60 per ons.

Dilansir Economic Times, Trump pada Sabtu (1/8/2026) malam mengatakan melalui platform Truth Social bahwa Iran dan sejumlah negara Timur Tengah lainnya telah meminta waktu untuk menyelesaikan kesepakatan yang akan membuka kembali Selat Hormuz secara “segera, lengkap, dan total” serta “mengakhiri ancaman nuklir Iran”.

Pernyataan tersebut mendorong pasar untuk mengurangi sebagian premi risiko yang sebelumnya melekat pada aset energi akibat potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Harga minyak turun lebih dari US$ 5 per barel pada awal perdagangan Senin. Penurunan tersebut mencerminkan meningkatnya harapan bahwa jalur diplomasi dapat mengurangi risiko gangguan terhadap pasokan minyak global melalui Selat Hormuz.

Harga emas sebelumnya berada di bawah tekanan sejak konflik antara Amerika Serikat dan Iran meningkat. Pasar memperkirakan perang yang berkepanjangan dapat mendorong inflasi melalui kenaikan harga energi sehingga bank sentral harus mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga.

Tekanan terhadap emas juga muncul setelah tiga pejabat Federal Reserve (The Fed) menyampaikan perbedaan pandangan dalam pertemuan kebijakan pekan sebelumnya dan mendukung kenaikan suku bunga. Ketiga pejabat tersebut pada Jumat menyatakan kekhawatiran bahwa inflasi Amerika Serikat dapat tetap berada di atas target 2% The Fed jika biaya pinjaman jangka pendek tidak segera meningkat.

Inflasi Amerika Serikat telah berada di atas target bank sentral tersebut selama lebih dari 5 tahun. Kondisi itu membuat arah kebijakan moneter The Fed tetap menjadi salah satu faktor utama yang menentukan pergerakan emas.

Pasar kini mengalihkan perhatian ke sejumlah indikator ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis sepanjang pekan ini. Data tersebut mencakup laporan lowongan pekerjaan, laporan ketenagakerjaan ADP, klaim pengangguran mingguan, hingga laporan penggajian nonpertanian.

Sementara harga perak naik 0,7% menjadi US$58,02 per ons. Platinum juga menguat 0,7% menjadi US$1.653,78 per ons dan harga paladium naik lebih tinggi, yakni 1,5% menjadi US$1.293 per ons.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *