Jakarta,REDAKSI17.COM – Harga minyak dunia kembali turun pada perdagangan Selasa (28/7). Penurunan ini dipicu meningkatnya harapan bahwa konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akan segera menemukan titik penyelesaian.
Harga minyak mentah Brent tercatat turun 2,66% menjadi US$ 86,89 per barel pukul 03.26 GMT. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,76% ke US$ 81,16 per barel.
Level tersebut menjadi yang terendah sejak 20 Juli kemarin. Jika diakumulasi semenjak AS kembali menyerang Iran minggu lalu, harga minyak dunia tercatat turun hingga 8%.
Meningkatnya harapan perdamaian perang ini diketahui terjadi menyusul pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyebut pihaknya telah melakukan pembicaraan yang baik dengan Iran pada Senin (27/7) kemarin. Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, Trump menyebut ada kemungkinan tercapainya perdamaian.
Ia mengatakan serangan AS akan dilanjutkan jika negosiasi gagal. Iran juga menegaskan akan melakukan serangan balasan jika AS kembali melakukan penyerangan.
“Untuk saat ini, leganya menemukan jalan keluar telah meredakan tekanan harga dan mengurangi kekhawatiran seputar serangan Houthi terhadap infrastruktur Saudi. Namun, situasinya tetap sangat dinamis,” kata analis IG, Tony Sycamore, dikutip dari Reuters, Selasa (28/7/2026).
Meski begitu, keterlibatan Houthi Yaman dalam konflik di Timur Tengah disebut telah menurunkan angka pelayaran di Selat Hormuz dan Laut Merah secara signifikan. Para pejuang Houthi Yaman juga disebut hendak meniru Iran atas pelayaran melalui Selat Hormuz di Bab el-Mandeb.
“Apakah Houthi memiliki kapasitas militer untuk memberlakukan blokade komprehensif masih diragukan, terutama mengingat Arab Saudi akan menyerang mereka tanpa henti. Namun demikian, tidak diragukan lagi bahwa lalu lintas telah menurun secara signifikan di Laut Merah dan Selat Hormuz,” kata analis Marex, Edward Meir.
“Alasan utama mengapa harga tidak lebih tinggi dari sekarang adalah karena penurunan permintaan yang sedang terjadi, terutama di Asia,” kata Meir.





