Foto: Ilyas Fadilah/detikcom
Jakarta,REDAKSI17.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menelepon Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana usai menemukan harga telur ayam turun di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP). Hal itu dilakukan Zulhas usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Palmerah pagi ini.
Zulhas mengatakan harga telur saat ini mencapai Rp 27.000/kilogram (kg) di tingkat konsumen. Padahal, HAP-nya di rentang Rp 28.000-30.000/kg.
Menurut Zulhas, kondisi ini membuat harga telur di tingkat peternak anjlok. Di sisi lain, biaya pakan semakin naik sehingga menambah beban di peternak.
“Harganya di peternak itu biasanya kan mereka terima Rp 23.000 (per kg), sekarang terimanya ada yang Rp 20.000 (per kg). Tetapi jagungnya naik. Harga pakannya naik,” ujar Zulhas di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Untuk kenaikan harga pakan, Zulhas telah meminta Perum Bulog untuk melepas cadangan jagung dengan harga subsidi ke sentra-sentra peternak petelur. Dengan begitu, dia berharap harga jagung untuk pakan bisa stabil kembali.
Lalu untuk menstabilkan harga telur, Zulhas mendorong agar menu telur dalam program makan bergizi gratis (MBG) ditingkatkan. Menurutnya, program MBG dapat menstabilkan kembali harga telur yang anjlok saat ini.
“Kemudian harganya agar bisa sesuai HET telur, kita minta BGN. Ini lagi saya mau telepon BGN. Karena kalau BGN dua hari aja pakai telur, itu berarti kan 48 juta, satu kali belanja itu. Jadi kalau dalam seminggu dua kali, itu bisa kembali kepada harga HET,” terang Zulhas sebelum menelepon.
Lantas Zulhas langsung menelepon Kepala BGN Dadan Hindayana. Dalam sambungan telepon tersebut, Zulhas menyampaikan harga telur saat ini anjlok dan meminta agar menu MBG dalam beberapa hari ke depan bisa menggunakan telur.
“Assalamualaikum, Pak Dadan. Ini yang berkuasa ini. Ini harga telur di bawah HET. Ada permohonan dari para peternak petelur. BGN beberapa hari ini pakai telur dulu Pak, agar harga bisa sesuai HET,” kata Zulhas kepada Dadan.
“Didorong, tolong bantu ya Pak. Agar peternak petelurnya bisa tetap senyum,” tambah Zulhas.
“Iya, siap,” sahut Dadan melalui sambungan tersebut.
“Baik. Terima kasih, Pak Dadan,” tutup Zulhas dalam sambungan teleponnya.
Zulhas menekankan program MBG dapat berpengaruh pada harga pangan. Saat ditanya terkait penggunaan telur dalam program MBG saat ini rendah, Zulhas menerangkan menu MBG setiap harinya bervariatif dan bergantung pada permintaan sekolah.
“Ada macam-macam. Sekolah-sekolah kan sekarang bisa pesan menu. Tapi kalau ada darurat begini. Bukan darurat ya, tapi untuk stabilisasi gini, kita usul seminggu ini dua. Kalau seminggu ini dua, minggu depan udah,” jelas Zulhas.





